Memotret makro tanpa lensa makro

Bagaimana cara memotret makro tanpa menggunakan lensa makro?

Apakah anda sedang tertarik dengan fotografi makro? Foto detail objek kecil seperti mata serangga, butiran serbuk sari atau foto tetesan air tidak kalah menariknya dengan foto landscape dan jenis fotografi lainnya. Untuk memotret makro diperlukan lensa khusus yaitu lensa makro. Apakah anda sudah mempunyai lensa makro untuk kebutuhan fotografi makro anda? Jika anda tidak mempunyai lensa makro tetapi tertarik dengan dunia fotografi makro, maka anda bisa menggunakan tips yang akan saya bahas dalam artikel ini yaitu memotret makro tanpa lensa makro menggunakan lensa dibalik.

tips yang akan saya bahas dalam artikel ini yaitu memotret makro tanpa lensa makro menggunakan lensa dibalik

Untuk membuat foto makro umumnya memerlukan lensa makro yang mempunyai perbesaran 1:1. Perbesaran 1:1 pada lensa makro secara sederhana menggambarkan perbandingan antara ukuran objek yang difoto dengan ukuran objek pada sensor kamera. Jika kita memotret  benda dengan tinggi 10 mm maka akan menghasilkan bayangan pada sensor kamera dengan tinggi 10 mm.

Lensa makro biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal. Bagi yang mempunyai minat besar terhadap fotografi makro dan mempunyai anggaran, tentunya harga yang ditawarkan akan sebanding dengan kualitas foto yang dihasilkan dan keasyikan mendalami fotografi makro. Lantas bagaimana bagi yang hanya ingin coba-coba foto makro atau bagi yang tertarik fotografi makro tapi belum mempunyai lensa makro?

Foto di bawah ini saya ambil tanpa menggunakan lensa makro. Bagaimana caranya? Silahkan simak artikel ini sampai selesai.

Teknik Fotografi Makro Dengan Lensa Dibalik
Teknik Fotografi Makro Dengan Lensa Dibalik

Menggunakan lensa dibalik untuk memotret makro

Kita bisa menggunakan teknik lensa dibalik untuk memperpendek jarak antara objek dan lensa kamera dan mendapatkan perbesaran yang mendekati perbesaran 1:1. Jika anda mempunyai lensa fix 50 mm yang dilengkapi dengan ring aperture manual maka anda bisa gunakan lensa tersebut sebagai lensa makro dengan teknik lensa dibalik.

Bagaimana cara memotret makro dengan lensa dibalik?

Untuk memotret makro menggunakan teknik lensa dibalik, kita membutuhkan lensa yang mempunyai ring aperture manual. Ring aperture manual ini akan digunakan untuk mengatur bukaan aperture pada saat memotret dengan teknik lensa dibalik. Pada saat kita menggunakan lensa dengan teknik dibalik ini, besar kecilnya bukaan lensa tidak bisa diatur dari kamera karena tidak ada koneksi elektronik antara kamera dan lensa.

Permasalahan kedua dalam menggunakan teknik ini adalah bagaimana cara menempelkan lensa pada body kamera jika posisi lensa dibalik? Cara paling mudah adalah dengan menempelkan ujung lensa pada body kamera dan memegangnya rapat-rapat supaya tidak ada cahaya yang masuk ke dalam body kamera kecuali dari aperture lensa. Cara ini sangat praktis dan tidak membutuhkan peralatan tambahan akan tetapi cukup merepotkan. Di bawah ini contoh ilustrasinya:

Cara memasang lensa pada body kamera dengan teknik lensa dibalik untuk fotografi makro
Cara memasang lensa pada body kamera dengan teknik lensa dibalik untuk fotografi makro

Cara kedua untuk menempelkan lensa secara terbalik pada body kamera adalah menggunakan ring adapter. Alat ini mempunyai dua sisi ulir, yang satu akan menempel pada body kamera dan sisi satunya menempel pada ring lensa sebagaimana sebuah filter lensa menempel. Secara sederhana cara memasang ring adapter ini seperti cara memasang filter lensa. Hanya saja kalau filter lensa hanya ada satu sisi yang menempel pada lensa.

Jadi sebelum memilih ring adapter yang akan anda beli, anda perlu melihat berapa diameter ring filter lensa yang akan anda gunakan. Sebagai contoh untuk lensa Canon EF 50 mm f/1.8 mempunyai diameter ring 52 mm. Saya membeli ring adapter lensa dibalik dengan diameter tersebut. Kelebihan ring adapter ini, karena tidak ada sistem elektroniknya, bisa digunakan pada lensa lain yang mempunyai diameter ring yang sama. Sebagai contoh lensa Nikon AF 50 mm f/1.8 D juga mempunyai diameter ring 52 mm. Jadi saya juga bisa menggunakan lensa Nikon ini pada body kamera Canon dengan teknik lensa dibalik.

Di pasaran banyak dijual ring adapter untuk lensa dibalik ini. Dengan cara ini kita bisa menempelkan lensa dengan rapat ke body kamera dan tidak perlu khawatir akan adanya cahaya yang masuk selain dari bukaan aperture lensa.

memasang lensa dibalik menggunakan adapter untuk memotret makro
memasang lensa dibalik menggunakan adapter untuk memotret makro

Selanjutnya terkait dengan pengaturan eksposur kita perlu mengukur sendiri berapa eksposur yang kita perlukan untuk objek yang kita foto. Pada penjelasan awal kita membutuhkan ring aperture manual untuk merubah besar ukuran diafragma. Bagaimana kalau lensa yang kita punya tidak ada ring aperture manual? Secara default, lensa kamera akan berada pada bukaan terbesarnya saat dilepas dari body kamera. Jika lensa yang kita gunakan tidak mempunyai ring aperture manual maka kita akan memotret dengan bukaan lensa yang terbesar. Hal ini berimplikasi pada rentang ruang tajam yang sangat tipis. Saya pernah menggunakan teknik lensa dibalik ini menggunakan lensa Canon EF 50 mm f/1.8 yang tidak mempunyai ring aperture manual. Sangat sulit sekali karena ruang tajam yang dihasilkan sangat tipis.

Selain pengaturan bukaan lensa atau aperture, kita juga harus menentukan berapa kecepatan rana atau shutter speed dan ISO yang harus kita gunakan. Karena metering dari kamera tidak akan bekerja pada kasus lensa dibalik, maka kita harus melakukan beberapa kali uji coba pemotretan untuk menghasilkan eksposur yang sesuai. Secara prinsip kita membutuhkan kecepatan yang cukup tinggi sehingga tidak akan ada motion blur pada foto, dan kita juga membutuhkan ISO yang cukup rendah untuk menghindari timbulnya noise.

Secara umum kita perlu melakukan beberapa kali uji coba untuk mendapatkan eksposur yang tepat sesuai yang kita inginkan. Terkadang flash diperlukan, internal flash saja cukup kalau sekedar ingin mencoba-coba teknik ini. Bukaan kecil (f-number besar misalnya f/22) dikombinasi dengan internal flash akan memberikan ruang tajam yang luas dan pencahayaan yang cukup. Namun demikian pemotretan dengan internal flash seperti ini akan menghasilkan warna foto yang cenderung flat atau datar. Jika cahaya mencukupi kita tidak perlu menggunakan flash.

Hasil foto makro menggunakan teknik lensa dibalik

Sekarang bagaimana hasil foto menggunakan teknik ini? Saya mencoba teknik ini menggunakan kamera Nikon D700 dan lensa Nikon AF 50 mm f/1.8D yang dilengkapi dengan ring aperture manual. Lensa ini mempunyai diameter filter lensa 52 mm. Kebetulan saya juga mempunyai adapter lensa dibalik untuk body Canon dengan diameter filter lensa 52 mm. Jadi saya bisa mencoba lensa Nikon ini pada body Canon menggunakan adapter lensa dibalik. Berikut ini hasil dari beberapa foto makro menggunakan teknik lensa dibalik.

Berikut ini ukuran Frame 100% menggunakan lensa Kit 16-50 mm Sony A6000, saya tidak bisa memajukan kamera lebih dekat lagi.
Berikut ini ukuran Frame 100% menggunakan lensa Kit 16-50 mm Sony A6000, saya tidak bisa memajukan kamera lebih dekat lagi.

Saat mencoba dengan teknik lensa dibalik saya mendapatkan ukuran frame sebesar gambar di bawah ini. Bisa dibilang mendekati perbesaran 1:1. Nanti diartikel lain saya coba ulas cara mengecek perbesaran lensa pada sensor kamera digital.
Ukuran Frame 100% Hasil Foto dengan Teknik Lensa dibalik
Ukuran Frame 100% Hasil Foto dengan Teknik Lensa dibalik
Untuk menunjukkan seberapa detail hasil foto yang diambil menggunakan teknik lensa dibalik ini, saya mencoba melakukan cropping pada bagian tengah foto tersebut untuk melihat lebih detail. Berikut ini hasilnya.

Hasil Foto Makro dengan Teknik Lensa dibalik
Hasil Foto Makro dengan Teknik Lensa dibalik
Cukup lumayan untuk foto yang dibuat menggunakan lensa dibalik yang dipegangi secara manual. Saya harus memegangi lensa ini karena saya tidak punya adapter lensa dibalik untuk body kamera Nikon. Selanjutnya saya mencoba menggunakan teknik lensa dibalik ini menggunakan kamera Canon EOS 450D dan lensa Nikon AF 50 mm f/1.8D menggunakan adapter ring.

Berikut ini hasil foto-fotonya.

Hasil foto makro dengan teknik lensa dibalik
Hasil foto makro dengan teknik lensa dibalik

Foto diatas merupakan foto dengan ukuran frame 100% tanpa di crop. Untuk mendapatkan foto ini saya mengatur aperture pada f/22 dan menggunakan flash. Pada aperture kecil ini semua detail objek akan tetap terlihat.

Sebagai pembanding, saya memotret bunga ini menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm dan kamera Sony A6000. Sebenarnya perbandingannya tidak setara karena foto diatas saya ambil menggunakan kamera dengan resolusi 12 Mpix sedangkan hasil foto dibawah ini yang diambil menggunakan Sony A6000 mempunyai resolusi 24 Mpix. Di bawah ini hasil foto bunga matahari tersebut pada jarak terdekat yang bisa dicapai lensa Kit Sony.

Hasil Foto Kamera Sony A6000 menggunakan lensa kit pada focal length 50mm
Hasil Foto Kamera Sony A6000 menggunakan lensa kit pada focal length 50mm
Terlihat ukuran frame 100% hasil foto Sony A6000 dengan lensa kit masih mencakup area yang cukup luas. Detail foto lebih terlihat jelas pada hasil foto yang diambil menggunakan teknik lensa dibalik.

Demikian tips sederhana memotret makro tanpa menggunakan lensa makro. Jika anda tertarik silahkan dicoba dan share pengalaman anda disini supaya bisa bermanfaat bagi fotografer lain. Terima kasih dan salam jepret. Jangan lupa jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share dengan teman-teman anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Memotret makro tanpa lensa makro"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel