Teknik Fotografi Dasar

Mengenal Teknik Fotografi Dasar 


Dalam dunia fotografi ada beberapa teknik fotografi dasar yang perlu dipahami supaya bisa menghasilkan foto yang bagus. Bagus disini dalam artian mendapatkan eksposur yang tepat, tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. Secara singkat teknik tersebut terangkum dalam jawaban beberapa pertanyaan di bawah ini:
  • Bagaimana sebuah gambar itu terbentuk? 
  • Apa definisi eksposur? 
  • Apa yang dimaksud dengan segitiga eksposur? 
  • Bagaimana cara mengontrol eksposur dalam kamera? 
Teknik Fotografi Dasar
Teknik Fotografi Dasar
Dalam dunia fotografi ada beberapa teknik fotografi dasar yang perlu dipahami supaya bisa menghasilkan foto yang bagus

Mungkin terkesan sangat teoritis, tapi 4 pertanyaan diatas merupakan pertanyaan dasar dan prakits untuk membantu memahami teknik dasar fotografi. Saya bilang praktis karena sebenarnya pembahasan detail teknis mengenai teknik dasar fotografi ini bisa sangat dalam sampai dengan penjabaran rumus-rumus bagaimana cara menghitung dept of field. Tentunya akan sangat membosankan dan saya sendiri juga kurang tertarik. Saya pernah melihat pembahasan ini dalam kursus fotografi online yang disampaikan oleh seorang Profesor dari Standford yang mengajar fotografi untuk para karyawan Google.

Baca juga artikel terkait: 



Kembali lagi ke bahasasn teknik fotografi dasar. Jika kita sudah bisa menjawab ke empat pertanyaan di atas maka secara prinsip, kita sudah bisa melakukan pengambilan gambar dengan baik dan memahami teknik dasar fotografi yang bisa diaplikasikan baik untuk kamera SLR, DSLR maupun kamera mirrorless. Pengambilan gambar dengan baik ini dalam artian mendapatkan gambar dengan eksposur yang benar.


Sekilas mengenai definisi fotografi

Sebelum membahas ke 4 hal diatas, ada baiknya kita mencoba memahami definisi fotografi. Fotografi berasal dari dua kata 'foto' dan 'grafi'. Foto berkaitan dengan cahaya dan 'grafi' berkaitan dengan seni melukis. Secara sederhana fotografi didefinisikan sebagai sebuah seni melukis dengan cahaya.

Definisi ini tentunya sudah sangat familiar di telinga kita. Tapi apa sebenarnya seni melukis dengan cahaya? Paparan di bawah akan membantu memberikan penjelasan seecara lebih detail.

Baca juga artikel terkait: 




Bagaimana sebuah gambar itu terbentuk dalam fotografi? 


Sebuah gambar atau foto lebih tepatnya terbentuk karena ada cahaya yang mengenai suatu permukaan peka cahaya. Gambar atau foto ini sebenarnya adalah bayangan dari sebuah benda. Saat sebuah benda terkena cahaya maka, cahaya tersebut akan memantul ke segala arah. Pantulan cahaya ini bisa ditangkap oleh sebuah media peka cahaya sehingga terebentuk bayangan dari benda tersebut. 

Kamera lubang jarum atau Camera obscura atau pinhole image  menggambarkan cara terbentuknya sebuah foto dengan sangat sederhana. Pada ruangan gelap, sebuah bayangan dari objek bisa terbentuk dari lubang kecil yang ada pada ruangan tersebut. Gambar di bawah ini menunjukkan ilustrasi terbentuknya bayangan atau foto melalui sebuah lubang keci.

Prinsip terbentuknya bayangan pada kamera lubang jarum

Prinsip ini digunakan oleh penghobi kamera lubang jarum dengan membuat sebuah kotak gelap dengan sebuah lubang sangat kecil tempat cahaya masuk. Dalam kotak tersebut disisipi sebuah kertas peka cahaya sehingga jika kertas tersebut diberi paparan cahaya yang cukup lama maka bisa terbentuk bayangan (foto) dari objek yang ada di depannya. Hanya berbekal sebuah kotak atau kaleng yang dilubangi sangat kecil dan sebuah kertas peka cahaya yang diletakkan di dalam kaleng, kita bisa membuat sebuah foto.

Saya secara tidak sengaja menemukan cara mengaplikasikan teknik kamera lubang jarum ini tanpa harus membeli kertas peka cahaya dan membuat kotak hitam yang dijadikan kamera. Cukup menggunakan kamera DSLR yang kita punya dan tutup body kamera DSLR yang dilubangi maka kita bisa membuat kamera lubang jarum sendiri. Saya mendapatkan ide ini dari video video kurus fotografi yang diselenggarakan oleh seorang pengajar dari Harvard. Berikut ini foto yang saya tangkap menggunakan lensa yang terbuat dari tutup body kamera yang dilubangi.
Contoh hasil jepretan menggunakan lensa yang terbuat dari tutup body kamera DSLR
Contoh hasil jepretan menggunakan lensa yang terbuat dari tutup body kamera DSLR

Baca juga artikel terkait: 




Ada definsi eksposur? 

Eksposur sendiri berarti paparan. Dalam pengertian fotografi eksposur merupakan ukuran paparan cahaya terhadap suatu benda peka cahaya. Besarnya paparan cahaya ini bisa diukur menggunakan alat yang disebut lightmeter. Hasilnya berupa besaran dengan satuan Lux. Di bawah ini contoh alat yang digunakan untuk mengukur paparan cahaya.
Contoh Light Meter untuk mengukur besarnya paparan cahaya
Contoh Light Meter untuk mengukur besarnya paparan cahaya

Dalam fotografi praktis, kita tidak butuh light meter dan satuan Lux tersebut. Kita hanya butuh tahu apakah eksposur yang kita berikan sudah cukup atau belum. Dalam dunia fotografi nilai paparan eksposure ini dinilai dalam satuan EV (eksposure value). Eksposure value yang pas dinyatakan dalam 0 EV, sedangkan nilai eksposur yang lebih atau kurang dinyatakan dalam + 2 EV atau -2 EV misalnya. Dengan satuan ini maka fotografer akan lebih mudah mengaplikasikannya dalam memotret. Sebuah eksposur value yang pas bisa diperoleh dengan berbagai kombinasi parameter dalam segitiga eskposur.

Kita bisa melihat apakah eksposur yang kita atur sudah tepat atau belum dari indikator eksposur yang ada di view finder kamera baik kamera DSLR maupun kamera mirrorless. Pada kamera semi-pro tampilan ini bisa kita lihat juga pada layar kecil yang berada diatas body kamera DSLR.

Indikator nilai eksposure (EV) dari sebuah kamera settingan segitiga exposure kamera DSLR
Indikator nilai eksposure (EV) dari sebuah kamera settingan segitiga exposure kamera DSLR

Apa yang dimaksud dengan segitiga Eksposur? 

Segitiga eksposur adalah 3 komponen yang berpengaruh terhadap eksposur. Segitiga eksposur meliputi ISO, shutter speed (kecepatan rana) dan apperture (diafagma). Untuk mendapatkan eksposur yang tepat kita bisa merubah 3 settingan tersebut. Sebuah eksposur bisa dicapai dengan kombinasi 3 buah variable eksposur yaitu ISO, kecepatan rana dan diafragma. Di bawah ini gambaran mengenai segitiga eksposur.

Gambar ilustrasi segitiga eksposure (Sumber :photographylife.com)
Gambar ilustrasi segitiga eksposure (Sumber :photographylife.com)
Segitiga eksposur adalah 3 komponen yang berpengaruh terhadap eksposur. Segitiga eksposur meliputi ISO, shutter speed (kecepatan rana) dan apperture (diafagma)

Bagaimana cara mengontrol Eksposur Dalam Kamera? 

Secara prinsip mengontrol eksposur adalah mengontrol jumlah paparan cahaya yang mengenai sensor kamera dari objek foto yang kita bidik. Pengaturan ini dilakukan melalui tiga komponen dalam segitiga eksposure. Berikut ini cara mengontrol eksposur dalam kamera digital

  • Atur jumlah cahaya yang masuk dengan besarnya bukaan diafragma (misalnya f/2.8, f/8 dan seterusnya) 
  • Atur jumlah waktu paparan cahaya terhadap sensor dengan setting kecepatan rana  (misalnya 1/60 detik, 1/15 detik dan seterusnya)
  • Atur sensitivitas sensor terhadap cahaya dengan mengatur besarnya ISO. (misalnya ISO 100, ISO 200 dan seterusnya)

Eksposure yang tepat bisa diperoleh dari kombinasi 3 komponen dalam segitiga eksposur di atas.


Pengaruh diafragma dalam eksposur

Diafragma atau apperture dalam fotografi dilambangkan dengan angka-angka tertentu misalnya f/1.8, f/2, f/5.6, f/6.3 dan seterusnya. Memahami pengaruh diafragma dalam foto relatif mudah. Diafragma ibarat jendela kamar kita. Semakin besar kita membuka jendela kamar maka semakin besar cahaya yang masuk dan semakin  terang kamar kita.

Ukuran besarnya diafragma dibuat dalam sebuah besaran relatif terhadap jarak fokus lensa. Sehingga ukuran besarnya diafragma f/1.8 akan lebih besar dari ukuran diafragma f/22. Jadi jika kita ingin menambah jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera maka kita memilih nilai apperture yang lebih besar atau nilai f-nya yang paling kecil. Di bawah ini ilustrasi besarnya diaframa dan nilai apperture nya.

Mengenal Stop Dalam Fotografi
Mengenal Stop Dalam Fotografi

Baca juga artikel terkait:



Pengaruh ISO dalam eksposur 

Komponen kedua dalam segitiga eksposur adalah ISO. ISO merupakan ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Makin besar nilai ISO maka makin sensitif terhadap cahaya. ISO yang tinggi digunakan untuk fotografi pada kondisi cahaya terbatas misalnya pada malam hari atau pada fotografi dalam ruangan. ISO tinggi juga dipakai pada fotografi sport yang mebutuhkan kecepatan rana tinggi. Jika kita masih ingat roll film kamera manual, maka disitu tertulis ASA 100, ASA 200, ASA 400 dan seterusnya. ASA ini pengertiannya sama dengan ISO.

Penggunaan ISO tinggi mempunyai kelemahan, semakin tinggi ISO yang digunakan maka potensi terjadinya noise pada foto akan semakin tinggi. Noise dalam fotografi didefinisikan sebagai butiran-butiran kecil dalam foto yang mengganggu foto secara keseluruhan.

Contoh Fujifilm dengan ISO 400
Contoh Fujifilm dengan ISO 400

Pengaruh kecepatan rana dalam eksposur 

Kecepatan rana menjadi elemen ketiga dalam seitiga eksposur. Kecepatan rana ini menggambarkan lamanya waktu yang kita paparkan terhadap sensor. Semakin lama paparan waktu maka semakin banyak cahaya yang diterima sensor. Elemen ini yang paling mudah dipahami karena sangat familiar dengan kehidupan kita sehari-hari. Kecepatan rana atau shutter speed ini dinyatakan dalam satuan waktu detik.

Kecepatan rana yang dibutuhkan untuk memotret suatu objek tergantung juga kecepatan objek yang difoto. Jika kecepatan rana lebih kecil dari kecepatan objek maka foto yang tertangkap akan terlihat blur. Secara umum dalam memilih kecepatan rana untuk menghasilkan ekspour yang benar, kita membutuhkan kecepatan yang cukup untuk menghentikan gerakan.

Kecepatan rana ini dalam fotografi kreatif sering diatur secara sengaja untuk menghasilkan foto yang blur atau foto yang merekam foto gerakan air terjun secara lembut, atau foto lampu di malam hari dan teknik fotografi lainya. Dalam artikel lain akan kita bahas salah satu teknik membuat foto slow speed air terjun seperti kapas.

Baca juga artikel terkait:



Kesimpulan teknik fotografi Dasar

Kesimpulan Sebagai kesimpulan teknik dasar dalam fotografi baik untuk DSLR maupun mirrorless, untuk bisa menghasilkan foto yang bagus maka kita perlu memahami beberapa teknik dasar dalam fotografis sebagaimana dijabarkan di atas. Kita harus memahami apa itu eksposur, segitia eksposur dan bagaimana cara mengontrol eksposur dalam kamera digital yang kita gunakan.

Demikian artikel singkat ini semoga bermanfaat.

Baca juga:

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teknik Fotografi Dasar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel