Cara memotret bulan

Bagaimana cara memotret bulan agar menghasilkan foto yang detail dan jelas? 


Bulan merupakan objek benda langit yang sangat menonjol di malam hari. Tidak heran jika banyak orang yang berusaha untuk memotret bulan. Apalagi pada momen-momen spesial seperti bulan purnama, gerhana bulan, supermoon, dan momen lainya.
Tips Cara memotret bulan dengan jelas
Tips Cara memotret bulan dengan jelas

Beberapa hari lalu dunia dihebohkan dengan fenomena Gerhana Bulan dan Super Moon, Blue Moon dan Blood moon dimana bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi. Kejadian ini katanya hanya terjadi setiap 100-an tahun. Jadi tidak heran kalau banyak yang mencoba mengabadikan momen Super Blue Blood Moon kemarin.

Pada artikel kali ini saya akan share cara memotret bulan berdasarkan pengalaman saya. Saya mencoba-coba beberapa setting kamera untuk menghasilkan foto bulan yang terlihat jelas dan detail tidak seperti hanya sebuah bulatan terang yang menyilaukan.

Untuk bisa memotret bulan dengan jelas dan detail kita membutuhkan kamera DSLR, kamera mirrorless, atau kamera prosumer. Kita juga membutuhkan lensa tele karena objek yang kita foto berada pada jarak 384,400 kilometer dari bumi.

Setting kamera dalam memotret bulan


Berikut ini cara memotret bulan berdasarkan pengalaman saya:

  1. Gunakan lensa tele pada focal length yang paling panjang
  2. Gunakan extender jika tersedia untuk meningkatkan focal length
  3. Gunakan spot metering
  4. Gunakan titik fokus tunggal (spot focus)
  5. Gunakan white balance shade jika menginginkan foto bulan yang berwarna kekuningan.
  6. Sesuaikan segitiga eksposur untuk mendapatkan eksposur yang tepat, tidak shake (atau bergoyang) dan noise yang semininal mungkin. Biasa saya pakai aperture yang paling besar pada lensa saya supaya shutter speed-nya masih dapat cukup cepat pada ISO yang minimal.
  7. Gunakan tripod jika diperlukan

Rahasia cara memoret bulan terletak pada pada spot metering. Spot metering diperlukan karena bulan umumnya merupakan objek yang paling terang diantara benda-benda yang akan difoto dalam frame. Karena kita tujuannya untuk mendapatkan foto bulan yang detail maka kita perlu fokuskan metering pada area di bulan tersebut.  Spot metering memungkinkan untuk melakukan perhitungan eksposur yang diperlukan berdasarkan titik dimana lokasi spot metering tersebut.

Rahasia cara memoret bulan terletak pada pada spot metering

Metering sesuai dengan namanya merupakan proses mengukur. Dalam fotografi yang diukur adalah besarnya intensitas cahaya. Kamera akan mencoba memprediksi memilih eksposur yang tepat untuk setiap objek yang kita bidik. Spot metering memerintahkan kamera untuk hanya melihat pada area atau spot yang kita pilih.

Untuk memotret bulan gunakan setting spot metering pada kamera
Untuk memotret bulan gunakan setting spot metering pada kamera

Jika kita tidak memilih spot metering maka kamera akan mencoba menghitung eksposur yang diperlukan untuk seluruh area pada objek yang akan difoto. Dalam kasus memotret bulan karena objek sekitarnya gelap maka settingan ekposur akan dibuat tinggi supaya awan yang gelap masih terlihat. Hal ini berdampak pada foto bulan yang akan over esksposur, bahkan hanya akan terlihat seperti bulatan cahaya yang menyilaukan seperti pada gambar di bawah ini.

Saat metering tidak diarahkan ke bulan maka eksposur yang diberikan akan membuat bulan menjadi over eskposur
Saat metering tidak diarahkan ke bulan maka eksposur yang diberikan akan membuat bulan menjadi over eskposur

Kemudian yang tidak kalah penting adalah prinsip dasar segitiga eksposur yang dipakai secara umum dalam memotret. Kita perlu mendapatkan kombinasi eksposur yang tepat dan kreatif. Tepat disini maksudnya untuk mendapatkan paparan cahaya yang cukup sehingga objek terlihat jelas. Sedangkan kreatif ini maksudnya pilihan eksposur yang bisa memperlihatkan sisi lain dari objek yang tidak bisa diamati oleh mata sesuai kreatifitas fotografer.

Untuk mendapatkan eksposur yang tepat dalam memotret bulan saya berusaha untuk mendapatkan shutter speed yang paling tidak diatas focal length yang saya gunakan supaya gambarnya tidak goyang. Jika saya menggunakan focal length 200 mm maka saya gunakan shutter speed paling tidak 1/200 detik. Pertimbangan kedua adalah besarnya ISO yang dipilih. Dalam memotret bulan saya akan berusaha meminimalkan ISO yang digunakan untuk menghindarkan noise. Namun demikian karena motretnya malam, kadang-kadang mau tidak mau kita harus menggunakan ISO yang relatif tinggi untuk mendapatkan shutter speed yang cukup cepat.

Untuk mendapatkan eksposur yang tepat dalam memotret bulan saya berusaha untuk mendapatkan shutter speed yang paling tidak diatas focal length yang saya gunakan supaya gambarnya tidak goyang

Untuk foto jarak jauh seperti bulan ini, saya memilih menggunakan apperture f/5.6. Settingan aperture ini tidak mutlak harus di f/5.6. Sesuaikan dengan kemampuan lensa yang ada. Saya berani memakai aperture cukup besar untuk mendapatkan speed yang cukup dan ISO yang minimal. Jika speed dan ISO sudah bisa terpenuhi misalnya ISO 100 dan speed-nya masih dapat 1/500 maka saya pakai aperture yang lebih besar misalnya f/8.

Dalam memotret bulan saya akan berusaha meminimalkan ISO yang digunakan untuk menghindarkan noise


Pengaruh white balance pada waktu memotret bulan


Terkait warna setting temperature saya memilih white balance shade yang biasanya dilambangkan dengan gambar seperti di bawah ini. White balance shade akan memberikan warna yang lebih hangat atau kekuningan.
White Balance Shade Untuk mendapatkan warna yang lebih warm dalam memotret bulan
White Balance Shade Untuk mendapatkan warna yang lebih warm dalam memotret bulan
Berikut ini contoh pengaruh pemilihan white balance pada foto bulan.

Pengaruh white balance pada warna hasil foto bulan
Pengaruh white balance pada warna hasil foto bulan

Untuk memotret bulan saya memilih menggunakan white balance shade agar mendapatkan warna yang lebih hangat

Berikut ini contoh-contoh foto bulan yang saya ambil beserta dengan settingan kamera yang saya gunakan.

Cara memotret bulan purnama dengan jelas
Cara memotret bulan purnama dengan jelas

Demikian tips cara memotret bulan untuk mendapatkan foto bulan yang jelas dan detail. Silahkan dicoba dan share pengalaman anda. Jika ada saran, komentar, masukkan silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.

Terima kasih dan salam jepret.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara memotret bulan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel