Mengenal stop dalam fotografi

Bagi yang sedang mulai menggeluti dunia hobi fotografi tentunya tidak asing dengan istilah stop. Mungkin saking familiarnya sampai tidak terlalu menyadari apa itu sebenarnya stop. Seperti yang saya alami. Saya sering mendengar kemampuan suatu lensa yang dilengkapi dengan sistem image stabilizer bisa menurunkan sampai satu stop atau dua stop. Saya hanya terima saja kalau artinya mungkin satu stop dalam settingan shutter speed atau appertrure. Hal ini berubah sejak saya baca buku Understanding Eksposur karya Brian Peterson.

Baca Juga:
Mengenal istilah stop dalam Fotografi
Mengenal istilah stop dalam Fotografi

Dalam buku tersebut dijelaskan berbagai hal dasar dalam pengaturan eksposur. Saya disini mendapatkan pengertian dasar f-stop dalam fotografi dan f-stop original atau asli yang ada pada awal dunia fotografi. Selanjutnya saya membaca beberapa referensi mengenai pengertian stop dalam fotografi ini lebih lanjut.


F-Stop dan Stop

Sebelum lebih lanjut membahas stop dalam fotografi, ada dua hal yang perlu dibedakan yaitu antara f-stop dan stop sendiri. F-stop sesuai namanya berkaitan dengan apperture. Sedangkan stop secara umum berkaitan dengan eksposur baik ISO, aperture maupun kecepatan rana.

dalam fotografi,... stop secara umum berkaitan dengan eksposur baik ISO, aperture maupun kecepatan rana.

Istilah satu stop (full stop) adalah sebuah istilah untuk menggambarkan jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera relatif terhadap settingan sebelumnya. Saya bilang relatif karena ukuran ini dibandingkan dengan ukuran eksposur sebelumnya. Jadi saat settingan dinaikan satu stop artinya
jumlah cahaya yang masuk ke kamera dinaikkan dua kali dibandingkan settingan sebelumnya.

Sebagai contoh saat anda memotret dengan settingan apperture f/4 dan ISO 100 kemudian anda menaikkan ISO menjadi ISO 200 maka disitu anda menaikkan satu stop. Jumlah cahaya yang masuk ke kamera menjadi dua kali lipat dari settingan sebelumnya. Demikian juga sebaliknya, saat kita mengubah ISO dari 200 ke 100 kita menurunkan jumlah cahaya sebanyak setengahnya.

Jadi saat settingan dinaikan satu stop artinya jumlah cahaya yang masuk ke kamera dinaikkan dua kali dibandingkan settingan sebelumnya.

Seperti kita ketahui dari segitiga eksposur, bahwa untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera bisa melalui settingan apperture, ISO dan kecepatan rana. Hal yang sama juga berlaku saat kita mengubah settingan apperture (f-stop), settingan ISO (ISO stop) dan settingan kecepatan rana (speed stop).

Sudah cukup jelas bukan? Pada artikel selanjutnya saya akan mencoba membahas tentang f-stop dengan lebih detail. Semoga artikel ini bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengenal stop dalam fotografi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel