Mengenal spesifikasi dasar kamera digital

Pada kesempatan ini saya ingin mengulas lebih detail mengenai spesifikasi kamera digital maupun kamera DSLR. Saya ingin berbagi pengalaman pada waktu membeli kamera digital baik kamera saku maupun kamera DSLR. Apa saja spesifikasi kamera yang saya perhatikan. Bagian-bagian apa yang perlu diperhatikan dalam melihat sebuah kamera digital atau kamera DSLR?

Bagian-bagian kamera DSLR
Bagian-bagian kamera DSLR


Pada gambar diatas kita bisa melihat sebuah kamera DSLR dengan tampilan bagian dalam yang transparan. Setiap bagian tersebut mempunyai spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya pada gambar kita bisa melihat lensa kamera, pop-up flash kamera, cermin pembalik, mounting lensa, pelepas tombol rana dan bagian-bagian kamera lainya. Untuk bisa memahami spesfikasi kamera kita perlu paham bagian-bagian dari kamera tersebut dan fungsinya. Dengan memahami bagian-bagian dan fungsi kamera maka kita bisa tahu spesifikasi apa saja yang mempengaruhi dalam pengambilan gambar dan bisa menjadi pertimbangan kita dalam memilih kamera digital.

1. Prinsip kerja kamera secara sederhana

Kamera bekerja sesuai prinsip kerja mata. Pada gambar di bawah kita bisa melihat bahwa mata terdiri dari lensa, iris, retina, otot mata, dan syaraf optik. Sebuah benda bisa terlihat akibat memantulkan cahaya yang diterimanya. Cahaya tersebut akan melewati lensa mata dan diteruskan ke retina yang berfungsi sebagai layar penampung bayangan. Bayangan tersebut di teruskan oleh syaraf optik ke otak untuk memberikan gambaran terhadap benda yang dilihat tersebut. Besar kecilnya cahaya yang masuk diatur oleh iris.

Sama halnya dengan prinsip kamera, benda bisa terlihat di kamera karena ada sumber cahaya yang mengenai benda dan dipantulkan ke kamera. Besarnya cahaya yang masuk kedalam kamera diatur oleh kecepatan menutupnya rana dan besarnya bukaan diafragma. Cahaya akan mengenai sensor peka cahaya sehingga terbentuk bayangan benda pada sensor tersebut. Selain jumlah cahaya yang masuk, terbentuknya sebuah gambar akan dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya. Hal ini diwakili oleh besaran ISO yang digunakan.

Perbandingan Prinsip Kerja Mata dan Kamera (Sumber : Basic Photography)
Perbandingan Prinsip Kerja Mata dan Kamera (Sumber : Basic Photography)

2. Ukuran mega pixel atau resolusi kamera

Ukuran mega pixel menjadi pertimbangan pertama dalam memilih kamera digital bagi kebanyakan orang. Semakin besar ukuran mega pixels maka semakin bagus kamera dan hasil fotonya.

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Kualitas sebuah foto tidak ditentukan oleh seberapa besar ukuran foto tersebut. Namun demikian foto yang mempunyai ukuran mega pixel yang besar akan memiliki detail yang lebih bagus. Jika foto di zoom maka masih bisa menangkap detail gambar. Ukuran foto yang besar juga memberikan keleluasaan dalam melakukan cropping bagian-bagian tertentu dari foto.

Resolusi kamera ini akan mempengaruhi besarnya ukuran foto yang bisa dicetak tanpa merusak kualitas foto. Gambar di bawah ini menunnjukkan ukuran mega pixel terhadap ukuran cetak fotonya pada kerapatan pixel 300 dpi. Sebagai contoh foto dengan resolusi 2 mega pixel bisa dicetak pada ukuran 4 x 5 inch (10 x 12.7 cm). Foto dengan resolusi 8 mega pixel bisa dicetak dengan ukuran 8 x 11 inch (20.32 x 29 cm)
Megapixels Chart
Megapixels Chart, Sumber : design125.com

Selain memiliki kelebihan diatas, foto dengan ukuran resolusi yang besar akan memakan memory yang besar pula. Semakin besar ukuran foto maka semakin cepat memory card penuh.
Foto dengan resolusi yang sama belum tentu mempunyai kualitas yang sama. Misalnya foto dengan ukuran 8 Mega Pixels yang dihasilkan dengan kamera smartphone tentu kualitasnya berbeda dengan foto yang dihasilkan dengan kamera DSLR dengan ukuran foto yang sama. Hal ini terkait dengan kualitas optik lensa, kualitas sensor dan proses pengolahan foto di dalam kamera tersebut.

3. Ukuran sensor kamera

Ukuran sensor kamera menentukan kualitas gambar yang diambil. Semakin besar ukuran sensor semakin bagus kualitas gambar yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya ukuran pixel dan semakin bagusnya dynamic range sensor.

DSLR full frame memiliki sensor dengan ukuran seperti film kamera analog yaitu 36 x 24 mm. Sensor pada kamera smartphone sangat kecil jika dibandingkan dengan sensor kamera DSLR.  Sebagai contoh iPhone 6s memiliki ukuran sensor 4.89 x 3.67 mm sedangkan Samsung Galaxy S6 memiliki ukuran sensor 5.5 x 4.1 mm. Bisa dibayangkan betapa jauhnya perbedaan ukuran sensor antara kamera DSLR dengan kamera smartphone papan atas.

Apa sebenarnya pengaruh ukuran sensor ini dalam fotografi? Dengan ukuran sensor yang kecil sekalipun Samsung S6 bisa menghasilkan foto dengan resolusi sebesar 16 Mega Pixel. Yang jadi perbedaan adalah ukuran pixel dalam sensor. Dengan resolusi besar dan sensor yang kecil maka setiap mm2 luasan sensor akan dijejali dengan jumlah pixel yang lebih banyak. Bisa dibilang ukuran pixel kamera smartphone jauh lebih kecil dibandingkan kamera DSLR. Hal ini berakibat kecenderungan munculnya noise atau bintik-bintik pada foto saat digunakan untuk mengambil gambar pada kondisi cahaya terbatas.
Ukuran sensor berbagai macam kamera digital
Ukuran sensor berbagai macam kamera digital. Sumber lensvid.com

4. Pengertian Crop Factor

Pada gambar di atas kita melihat adanya istilah crop factor. Crop factor merupakan sebuah ukuran relatif panjang suatu sensor kamera terhadap panjang sensor kamera full frame. Misalnya kamera dengan sensor APS-H mempunyai crop factor 1.29. Angka ini diperoleh dari perbadingan panjang sensor full frame yaitu 36 mm dibagi dengan panjang sensor APS-H yaitu 27.9 mm.

Kenapa ada istilah crop factor dan apa manfaatnya? Istilah ini muncul sejalan perkembangan kamera digital. Kamera digital dibuat dengan ukuran sensor yang berbeda-beda. Hal ini menimbulkan masalah saat kita menggunakan sebuah lensa dengan panjang fokus tertentu maka akan menghasilkan gambar yang berbeda pada sensor kamera yang berbeda. Misalnya lensa 50 mm jika dipakai pada kamera dengan sensor APS-C maka panjang fokus lensa tersebut menjadi 1.52 x 50 mm atau 76 mm.

Jadi secara sederhana kalau kita menggunakan kamera dengan sensor APS-C maka lensa kita seolah-olah menjadi lebih "tele" relatif jika dipakai pada sensor full frame. Lensa 70-200 akan menjadi seolah-olah lensa 106-304 mm jika kita pakai pada kamera non-full frame dengan sensor APS-C.
Pengertian Crop Factor (Sumber :photographylife.com)
Pengertian Crop Factor (Sumber :photographylife.com)

5. Sensitivitas sensor terhadap cahaya

ISO atau ASA merupakan ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Makin tinggi ukuran ISO maka semakin sensitif pula terhadap cahaya. Pada pemotretan dengan cahaya terbatas dibutuhkan ISO yang tinggi, misalnya pemotretan dalam ruangan atau pemotretan pada malam hari. Dengan ISO tinggi meskipun jumlah cahaya terbatas, kamera relatif masih bisa menangkap gambar dibandingkan ISO rendah.

Penggunaan ISO tinggi mempunyai kelemahan, semakin tinggi ISO yang digunakan maka potensi terjadinya noise pada foto akan semakin tinggi. Noise dalam fotografi didefinisikan sebagai butiran-butiran kecil dalam foto yang mengganggu foto secara keseluruhan.

Timbulnya noise pada ISO tinggi ini juga dipengaruhi oleh ukuran sensor kamera. Seperti dijelaskan di atas bahwa sensor yang kecil akan berkontribusi terhadap timbulnya noise ini. Berikut contoh foto yang dengan noise yang tinggi. Foto dibawah sekilas terlihat jelas. Jika kita lihat lebih detail pada bagian tangan drummer maka kita bisa lihat adanya butiran-butiran halus. Butiran-butiran atau grain ini yang disebut noise.

Pada tangan terlihat ada butiran-butiran halus atau grain
Pada tangan terlihat ada butiran-butiran halus atau grain

6. Diafragma lensa kamera

Pada kamera DSLR spesifikasi diafragma lensa merupakan spesifikasi khusus pada lensa. Pada kamera digital saku dengan lensa yang tidak bisa diganti maka diafragma lensa mejadi spesifikasi kamera.

Sesuai prinsip kerja kamera yang dijelaskan di atas, besarnya cahaya yang masuk ke dalam kamera akan ditentukan oleh besarnya bukaan lensa. Besarnya bukaan lensa ini yang disebut sebagai diafragma atau apperture. Dalam spesifikasi kamera biasanya diafragma lensa diberikan dalam range.

Diafragma suatu lensa biasanya dilambangkan dengan ukuran f/n. Misalnya f/2.8. Semakin kecil angka n maka semakin besar bukaan lensa. Lensa dengan bukaan besar biasanya lebih mahal harganya. Pada kamera smartphone umumnya menawarkan bukaan lensa sampai f /4.5. Beberapa smartphone ada yang menawarkan bukaan lensa f/2.0. Bukaan lensa yang lebih lebar memberikan kesempatan cahaya yang masuk lebih banyak. Dengan bukaan yang besar akan memberikan keuntungan dalam memfoto pada ruangan dengan cahaya terbatas.

Seperti dijelaskan diatas dalam spesifikasi kamera besarnya diafragma dinyatakan dalam range.Range yang dimaksud disini adalah range untuk bukaan maksimum.Sebagai contoh untuk lensa kit Canon EF-S 18-55 mempunyai spesifikasi diafragma 1:3.5-5.6. Spesikasi ini bisa terlihat dibagian depan lensa. Secara lengkap tertulis CANON ZOOM LENS EF-S 18-55mm 1:3.5-5.6. Hal ini berarti lensa tersebut mempunyai panjang focal length 18-55 mm, pada saat focal length 18 mm lensa tersebut mempunyai ukuran bukaan lensa maksimum f/3.5 sedangkan pada focal length 55 mm mempunyai ukuran bukaan lensa maksimum f/5.6.

Kesimpulan

Demikian rangkuman spesifikasi dasar kamera digital yang bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam memlilih kamera digital. Selain spesifikasi dasar tersebut masih banyak sebeturnya fitur-fitur lain yang perlu dipertimbangkan seperti kecepatan autofocus, kontrol kamera, fitur-fitur kamera, input-output kamera dan banyak spesifikasi yang lain. Nanti saya coba tulis dalam artikel lain. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengenal spesifikasi dasar kamera digital"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel