Tips memilih kamera digital

Bagaimana tips memilih kamera digital?

Memilih kamera digital atau kamera DSLR kadang membingungkan. Karena banyaknya jenis kamera dan juga merek kamera digital dipasaran. Selain itu banyaknya vendor-vendor baru yang menawarkan harga yang relatif miring kadang membuat kita semakin bingung. Berikut beberapa tips dalam memilih kamera digital atau kamera DSLR. Semoga sedikit banyak dapat membantu.
Tips memilih kamera digital
Bingung memilih kamera digital?. Sumber:vectorstock.com

Berikut beberapa tips dalam memilih kamera digital atau kamera DSLR


Tips 1: Kenali jenis-jenis kamera digital

Secara umum ada 4 jenis kamera digital
a. Kamera pocket
b. Kamera prosumer
c. Kamera DSLR
d. Kamera mirrorless

Kamera Pocket ini merupakan kamera digital yang sangat praktis. Penggunaanya tinggal di-ON-kan dan kamera sudah ready to shoot. Tanpa harus setting macam-macam. Kamera jenis ini banyak dipakai dan dibawa orang-orang untuk sekedar mendokumetasikan kegiatan-kegiatan pribadi atau kegiatan di tempat kerja.

Jenis kamera ini mulai mendapat saingan dari kamera smartphone. Seiring perkembangan teknologi, kamera pada smartphone menjadi semakin bagus. Masyarakat cenderung memilih menggunakan kamera smartphone karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan kamera smartphone.

Diantaranya kemudahan dalam membawanya, kemudahan dalam upload ke media sosial atau internet, kemudahan pengoperasiannya, kemudahan dalam pengolahan foto dan fitur-fitur yang lainnya. Para pengguna kamera smartphone saat ini sangat banyak. Mereka bahkan sampai memunculkan beberapa istilah baru dalam fotografi seperti selfie, we-fie dan foto group lainya.

Kamera prosumer merupakan kamera peralihan antara kamera pocket ke kamera DSLR. Pada kamera ini hampir semua fungsi DSLR tersedia, hanya saja lensanya tidak bisa diganti Selain itu sensornya juga masih relatif lebih kecil dibandingkan kamera DSLR. Salah satu keunggulan kamera prosumer adalah range lensa yang cukup panjang. Dalam fiturnya sering disebutkan perbesaran bisa mencapai 30x.

Kamera DSLR merupakan jenis kamera dimana kita bisa bisa mengatur segala settingan kamera, lensa juga bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan. Secara prinsip nama DSLR muncul dari kombinasi teknologi digital dan kamera SLR. Kamera SLR menggunakan sebuah prisma dan cermin pembalik untuk memberikan tampilan apa yang akan difoto di dalam jendela bidik kamera. Fitur inilah yang membuat dimensi kamera DSLR menjadi cukup besar.

Kamera Mirorless merupakan jenis kamera kombinasi antara DSLR dan pocket kamera. Kamera ini mempunyai ukuran yang kecil seperti kamera pocket tapi mempunyai kemampuan seperti kamera DSLR. Lensanya bisa diganti-ganti, menggunakan sensor seperti kamera DSLR dan kualitas gambarnya pun tidak kalah dengan kamera DSLR. Perbedaannya terletak pada ukuran dan juga view finder. Kalau dalam kamera DSLR kita menggunakan view finder dari refleksi cermin maka untuk kamera mirorrless menggunakan view finder digital berupa layar LCD.


Tips ke-2:Kenali alasan membeli kamera digital

Pada dasarnya ada 4 alasan kenapa orang beli kamera digital
a. Untuk sekedar dokumentasi acara-acara pribadi dan dokumentasi di tempat kerja
b. Untuk belajar fotografi tapi masih ragu apakah akan serius atau tidak
c. Untuk belajar fotografi (penghobi fotografi)
d. Untuk profesional (bekerja dan hidup dengan fotografi)

Secara umum panduannya seperti ini : kalau sekedar untuk keperluan dokumentasi pilih kamera pocket, kalau tertarik dengan belajar fotografi tapi masih 'anget-angetan' minatnya, pilih kamera prosumer, kalau tertarik dengan fotografi dan serius belajar fotografi maka pilihlah kamera DSLR.

Kalau saya sendiri tidak merekomendasikan kamera mirrorless untuk belajar fotografi. Ini opini pribadi sebenarnya. Kalau bagi saya membidik foto melalui view finder jauh lebih asik daripada melihat lewat layar LCD. Kamera DSLR juga menang dari sisi dukungan asesoris dan kustomisasinya. Misalnya lensa dan flash untuk DSLR relatif jauh lebih banyak daripada kamera mirroless. Kalau mau oprek kamera ke model IR juga baru bisa di kamera DSLR. Secara umum kamera DSLR memberikan keleluasaan dalam belajar.

Secara umum panduan dalam memilih kamera digital seperti ini : kalau sekedar untuk keperluan dokumentasi pilih kamera pocket, kalau tertarik dengan belajar fotografi tapi masih 'anget-angetan' minatnya, pilih kamera prosumer, kalau tertarik dengan fotografi dan serius belajar fotografi maka pilihlah kamera DSLR.

Anda termasuk yang mana? Kalau Anda memang hobi fotografi tentukan saja merek kamera DSLR yang Anda inginkan. Kalau hanya untuk kepentingan dokumentasi pilih kamera pocket saja yang ringan dibawa kemana-mana. Kamera pocket saat ini juga didukung dengan fitur bermacam-macam dan juga banyak yang memberikan fitur anti air dan anti debu.

Tips ke-3: Pahami spesfikasi dan data teknis kamera

Setelah kita mengetahui jenis kamera dan tujuan kita beli kamera maka sebaiknya kita mengenal spesifikasi teknis kamera sebelum kita melangkah lebih lanjut. Hal ini cukup penting supaya nanti setelah membeli kamera, tidak akan ada kekecewaan karena ternyata fitur kamera tidak sesuai yang dibayangankan. Ternyata setelah kamera tersebut dipakai, maka mulai muncul batasan-batasan kamera atau kelemahan-kelemahan kamera yang baru kita sadari. Hal ini bisa diminimalkan dengan memahami spesifikasi dan data teknis kamera. Sehingga kita bisa dengan tepat menentukan mau memilih kamera digital yang mana.

Mengenal spesfikasi teknis kamera sangat penting, supaya tidak akan ada kekecewaan di kemudian hari karena ternyata fitur kamera tidak sesuai yang dibayangankan

Secara umum berikut spesifikasi kamera yang perlu kita ketahui sebelum membeli sebuah kamera digital.

 

Ukuran Mega Pixels

Spesifikasi ini mungkin yang pertama dilihat pada kamera. Seberapa besar ukuran mega pixels dari foto hasil kamera tersebut. Pixels singkatan dari Picture Element. Pixels ini dihasilkan oleh sensor digital kamera yang terkena paparan cahaya kemudian mengubahnya menjadi image digital. Bisa dikatakan kalau pixel merupakan elemen terkecil dari sebuah image digital. Seperti sebuah titik yang menyusun sebuah garis.

Ukuran pixel dari sebuah image digital merupakan hasil perkalian antara pixel pada arah panjang dan arah lebar. Karena ukuran ini cukup besar maka biasanya dinyatakan dalam satuan Mega Pixel yang setara dengan 10 pangkat 6 pixel. Semakin besar ukuran mega pixel maka semakin besar ukuran foto yang bisa dicetak dan semakin besar ukuran file yang dihasilkan.

Seringkali orang salah mengartikan ukuran file sebuah image dan ukuran Mega Pixels-nya. Ukuran file satuannya mega byte, tentunya semakin besar ukuran mega pixels, maka akan semakin besar juga ukuran filenya. Ukuran pixel yang semakin besar juga memudahkan dalam melakukan cropping atau pemotongan foto. Ukuran pixel ini juga menentukan seberapa besar foto tersebut bisa dicetak tanpa mengurangi kualitas fotonya.

Pertanyaanya adalah seberapa besar mega pixel kamera yang kita butuhkan? Tentunya semakin besar ukuran mega pixel semakin bagus. Sebagai gambaran ukuran image 3 Mega pixels saja sudah bisa dicetak seukuran A3 tanpa mengurangi kualitas dari foto. Jadi kalo image dengan ukuran 5-12 Mega Pixel sudah mencukupi untuk sekedar kebutuhan foto dokumentasi. Kamera digital jaman sekarang ukuran mega pixelnya rata-rata sudah diatas 10 Mega Pixels, dan itu sudah lebih dari cukup untuk digunakan sebagai alat dokumentasi pribadi dan keluarga kita. 

Ukuran Sensor 

Ukuran sensor kamera menentukan kualitas gambar yang diambil. Semakin besar ukuran sensor semakin bagus kualitas gambar yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya ukuran pixel dan semakin bagusnya dynamic range sensor yang lebih besar.

Pada kamera DSLR dengan sensor full frame memiliki sensor dengan ukuran seperti film Kamera analog yaitu 36 x 24 mm. Kamera DSLR Canon yang menggunakan sensor APS-C mempunyai ukuran 22.2 x 14.8 mm. Kamera DSLR Nikon menggunakan sensor APS-C dengan ukuran 23.6 x 15.7 mm.

Sensor pada kamera smartphone sangat kecil jika dibandingkan dengan sensor kamera DSLR.  Sebagai contoh iPhone 6s memiliki ukuran sensor 4.89 x 3.67 mm sedangkan Samsung Galaxy S6 memiliki ukuran sensor 5.5 x 4.1 mm. Bisa dibayangkan betapa jauhnya perbedaan ukuran sensor antara kamera DSLR dengan kamera smartphone papan atas.

Apa sebenarnya pengaruh ukuran sensor ini dalam fotografi? Dengan ukuran sensor yang kecil sekalipun Samsung S6 bisa menghasilkan foto dengan resolusi sebesar 16 Mega Pixel. Yang jadi perbedaan adalah ukuran pixel dalam sensor. Dengan resolusi besar dan sensor yang kecil maka setiap mm2 luasan sensor akan dijejali dengan jumlah pixel yang lebih banyak. Bisa dibilang ukuran pixel kamera smartphone jauh lebih kecil dibandingkan kamera DSLR. Hal ini berakibat kecenderungan munculnya noise atau bintik-bintik pada foto saat digunakan untuk mengambil gambar pada kondisi cahaya terbatas.

 

ISO Maksimal

Ukuran ISO menyatakan sensitivitas sensor terhadap cahaya. Semakin besar nilai ISO maka sensor akan semakin sensitif terhadap cahaya. ISO tinggi diperlukan pada saat pemotretan dengan kondisi cahaya yang minim, misalnya pemotretan pada saat malam hari. Untuk itu perlu dilihat berapa ISO maksimal yang bisa dicapai kamera tersebut. Secara general semakin tinggi ISO maksimal yang bisa dicapai kamera maka semakin bagus kamera tersebut. Sebagai gambaran kamera saya Canon EOS 450D mempunyai ISO maksimal 1600. Dengan kamera saya tersebut kalau ada acara di malam hari saya kesulitan untuk bisa motret tanpa bantuan flash. Memasang setting pada ISO maksimal juga memunyai resiko menurunkan kualitas foto. Noise akan mulai muncul pada penggunaan ISO tinggi. Noise pada foto muncul berupa titik-titik kecil yang membuat foto jadi tidak jelas.

 

Mode Pemotretan

Kamera digital dilengkapi dengan beberapa mode pemotretan sesuai dengan kondisi dan jenis objek yang akan difoto. Ada mode landscape untuk pemotretan pemandangan, ada mode portrait untuk pemotretan orang, ada mode sport untuk pemotretan objek bergerak cepat, ada mode night shot untuk pemotretan pada kondisi malam dan mode-mode lain. Pada mode-mode tersebut kita tidak bisa melakukan settingan manual kamera, misalnya setting apperture dan setting shutter speed. Biasanya kamera pocket tidak menyediakan mode manual meskipun ada beberapa juga yang menyertakan fasilitas ini. Pertanyaannya apakah kita membutuhkan kamera yang bisa kita set manual setingannya ataukah kamera yang ready shot dan tinggal jepret?. Jika kita memerlukan kamera yang bisa disetting manual, maka spesifikasi ini perlu diperhatikan. 

Mode Pemotretan Panorama

Mode pemotretan ini sangat bermanfaat, makanya di sini saya bahas tersendiri. Dengan model pemotretan panorama kita bisa membuat foto dengan sudut yang sangat lebar seperti menggunakan lensa wide. Foto-foto hasil pemotretan bisa digabung menjadi sebuah foto lebar. Fitur ini cukup bermanfaat bagi yang suka foto-foto pemandangan dan foto-foto perjalanan. Mode ini sudah menjadi mode yang umum pada kamera smartphone pada zaman sekarang ini.

Fasilitas Rekam Video

Biasanya kamera digital zaman sekarang sudah dilengkapi kemampuan video recording dengan kualitas rekaman beragam. Bahkan kamera DSLR sekarang sudah dilengkapi dengan fasilitas video recording HD. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat kelebihan pengambilan video menggunakan kamera DSLR. Kalau kita mengambil video dengan kamera DSLR kita bisa mengatur Dept Of Field dengan menggunakan lensa fix yang tepat. Sebuah fitur yang cukup premium dalam videografi.

Baterai

Pada dasarnya ada 2 jenis baterai yang digunakan dalam kamera digital. Baterai model AA dan baterai lithium yang rechargeable. Baterail lithium yang rechargeable mempunyai daya tahan yang cukup lama bahkan setelah dicharge berkali-kali, dan kita tidak perlu membeli tambahan baterai dan charger. Kelemahan baterai lithium ini adalah kurang flexible. Kalau kita kehabisan baterai dan tidak membawa baterai cadangan maka mau tidak mau kita harus mencharge ulang baterai tersebut. Untuk kamera digital yang menggunakan baterai model AA tentunya akan lebih mudah untuk mendapatkan baterai tersebut jika ada baterai yang kita punya habis saat kita motret. Biasanya kamera-kamera yang menggunakan model baterai AA lebih murah dari kamera yang menggunakan baterai lithium. Tapi konsekuensinya kita harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli charger dan rechargeable baterai


Fitur-fitur lain

Banyak kamera digital sekarang sudah menambahkan fitur-fitur beragam. Dari anti benturan, anti debu, bisa tahan dipakai dalam air sampai kedalaman tertentu dan fitur-fitur yang berkaitan dengan kemampuan autofocus. Beberapa kamera digital mempunyai kemampuan untuk mendeteksi bentuk-bentuk muka dengan teknologi face detection, bahkan ada yang bisa mendeteksi adanya senyuman dengan fitur smile detection.

Rangkuman Tips memilih kamera digital 

Demikian paparan tips memilih kamera digital yang bisa saya sampaikan. Saya coba sederhanakan tips dalam memilih kamera digital menjadi 3 bagian yaitu kenali jenis kamera, kenali tujuan membeli kamera dan pahami spesifikasi kamera.

Untuk budget saya tidak masukkan karena setiap orang akan mempunyai kisaran budget yang berbeda-beda. Silahkan pilih sesuai kisaran budget Anda. Barang second bisa jadi alternatif kalau budgetnya terbatas. Kamera termasuk barang elektronik yang awet asalkan perawatannya bagus dan tidak pernah jatuh atau terbentur. Kamera saya Canon EOS 450D masih berfungsi dengan baik sejak saya beli tahun 2008 yang lalu. Sudah sekitar 8 tahun saya menggunakan kamera tersebut tanpa masalah. 

Saya coba sederhanakan tips dalam memilih kamera digital menjadi 3 bagian yaitu kenali jenis kamerakenali tujuan membeli kamera dan pahami spesifikasi kamera.


Jika masih belum yakin silahkan membaca artikel review kamera yang ada di banyak situs baik dalam negeri maupun luar negeri.

Demikian tips kali ini. Semoga bermanfaat dan salam jepret.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tips memilih kamera digital"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel