Tips Memaksimalkan Lensa Kit

Tips Memaksimalkan Lensa Kit

Saat membeli sebuah kamera dengan lensa yang bisa diganti maka biasanya kita mendapatkan sebuah lensa bawaan yang biasa disebut lensa kit. Lensa kit bawaan kamera biasanya diberikan pada range 18-55 mm. Pada kamera mirrorless Sony, lensa kit yang diberikan mempunyai range focal length 16-50 mm. Apa saja yang bisa dilakukan dengan lensa kit? Apakah hasil foto lensa kit ini cukup bagus? Bagaimana cara memaksimalkan lensa kit?

Seringnya kita merasa kurang dengan lensa kit yang datang bersama kamera. Entah karena jangkauanya kurang, ketajamannya kurang atau karena belum bisa memenuhi kebutuham fotografi kita. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Setiap lensa pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana cara mengoptimalkan pemakaian lensa kit yang kita punya.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tips untuk memaksimalkan penggunaan lensa kit. Sebelum kita memutuskan untuk membeli lensa tambahan ada baiknya kita mengetahui apa saja yang bisa dilakukan oleh lensa kit kita.


10  Jenis Foto Yang Bisa Dihasilkan Dengan Lensa Kit


Sebenarnya pemakaian lensa kit ini cukup luas karena dia mempunyai range focal length yang lebar. Tergantung kreatifitas fotografer untuk melihat momen dan berani mengambil momen tersebut meskipun dengan peralatan yang seadanya.

Foto yang bagus tidak hanya melulu dihasilkan oleh peralatan Lensa yang mahal. Lensa kit jika digunakan secara maksimal maka bisa menghasilkan foto yang menarik. Berikut ini 10 jenis foto yang bisa dihasilkan dengan Lensa Kit bawaan kamera.


1. Foto dengan background blur atau foto bokeh

Biasanya salah satu alasan membeli lensa tambahan (misalnya lensa Fix 50 mm) adalah supaya bisa menghasilkan foto bokeh atau foto dengan background blur. Sebenarnya dengan lensa kit, kita juga bisa menghasilkan foto bokeh atau foto dengan background blur ini.

Salah satu keunggulan kamera DSLR atau kamera mirrorrless adalah kemudahan dalam mengatur apperture lensa. Besarnya apperture atau diafragma ini akan mempengaruhi ruang tajam dari sebuah foto. Membuat foto dengan background blur bisa dilakukam dengan lensa kit. Yang perlu diperhatikan adalah besarnya bukaan apperture lensa, jarak objek terhadap lensa dan kondisi background dari objek yang akan difoto. Bukaan apperture lensa perlu kita set pada bukaan maksimum. Sedangkan jarak objek perlu kita atur agar bagian background blur terlihat jelas.

Foto semacam ini banyak digunakan untuk memfoto miniatur, action figure, foto makro bunga atau kupu-kupu dan foto lainya tergantung keinginan fotografer.

Di bawah ini contoh hasil foto dengan background blur yang diambil menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm.

Membuat foto dengan background blur menggunakan lensa kit
Membuat foto dengan background blur menggunakan lensa kit
Sebenarnya dengan lensa kit, kita juga bisa menghasilkan foto bokeh atau foto dengan background blur ini.
Membuat foto bokeh menggunakan lensa kit 16-50 mm
Membuat foto bokeh menggunakan lensa kit 16-50 mm


2. Foto Bersama atau Foto Keluarga

Foto group bersama atau sering disebut foto keluarga membutuhkan lensa yang lebar. Jarak terpendek lensa kit bisa digunakan untuk memfoto banyak orang dalam satu frame. Pada kebanyakan kamera DSLR jarak focal lenght minimal lensa kitnya adalah 18 mm. Pada kamera mirrorless seperti Sony A6000 jarak focal length minimal lensa kitnya adalah 16 mm.

Di bawah ini contoh hasil foto bersama atau foto keluarga menggunakan Lensa kit pada Focal length terendah.

Hasil foto keluarga atau foto bersama yang diambil menggunakan lensa kit
Hasil foto keluarga atau foto bersama yang diambil menggunakan lensa kit


3. Foto Portrait

Lensa portrait biasanya dibuat pada focal length 50 mm atau 85 mm pada kamera full frame. Jarak focal length ini merupakan jarak yang cukup ideal untuk membuat foto portrait. Fotografer berada pada jarak yang cukup ideal untuk mengambil foto sekaligus masih bisa beinteraksi dengan objek yang difoto. Foto portrait bisa berupa foto sendiri seperti pas foto atau foto dengan anggota keluarga.

Di bawah ini contoh hasil foto portrait menggunakan Lensa Kit 18-55 mm.

Hasil Foto Portrait Wajah Balon Masha Menggunakan Lensa Kit
Hasil Foto Portrait Wajah Balon Masha Menggunakan Lensa Kit


4. Foto Makro Bunga dan Serangga

Foto makro merupakan foto detail dari benda-benda kecil disekitar kita. Lensa kit bisa digunakan untuk mengambil foto makro bunga dan serangga. Bunga dan serangga masih cukup besar untuk difoto secara makro menggunakan lensa kit. Apalagi kamera zaman sekarang dibekali dengan ukuran Mega Pixels kamera yang sangat besar. Hal ini memberikan keleluasaan dalam melakukan cropping terhadap hasil foto.

Di bawah ini contoh hasil foto makro bunga dan serangga yang diambil menggunakan lensa Kit 16-50 mm dengan Sony A6000.

Hasil Foto Makro Lebah dan Bunga menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm
Hasil Foto Makro Lebah dan Bunga menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm
Lensa kit bisa digunakan untuk mengambil foto makro bunga dan serangga

Foto Makro Bunga dengan Background Blur Yang Diambil Menggunakan Lensa Kit 16-50 mm
Foto Makro Bunga dengan Background Blur Yang Diambil Menggunakan Lensa Kit 16-50 mm



5. Foto pemandangan alam

Memfoto pemandangan alam atau landscape tidak harus dilakukan dengan lensa lebar. Focal length terendah lensa kit bisa digunakan untuk membuat foto landscape yang cukup lebar. Saya termasuk fotografer yang suka mengabadikan foto keindahan alam. Banyak foto-foto pemandangan yang saya ambil menggunakan lensa kit 18-55 mm.

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam foto pemandangan alam adalah teknik framing. Teknik ini bisa dilakukan dengan baik menggunakan lensa wide. Pada focal length yang rendah seperti 10 mm kita bisa mendapatkan framing pada latar depan yang cukup lebar.

Teknik ini bisa juga dilakukan menggunakan lensa kit. Focal length terendah yang dimiliki lensa kit bisa digunakan untuk framming pemandangan dengan foreground bagian atas berupa daun-daun misalnya. Di bawah ini contoh foto saya menggunakan lenas kit Sony 16-50 mm

Membuat Foto Pemandangan Dengan Frame Foreground Menggunakan Lensa Kit Sony 16-50 mm
Membuat Foto Pemandangan Dengan Frame Foreground Menggunakan Lensa Kit Sony 16-50 mm

Focal length terendah yang dimiliki lensa kit bisa digunakan untuk framming pemandangan dengan foreground bagian atas berupa daun-daun misalnya


6. Foto Produk

Foto produk merupakan foto yang dibuat untuk kepentingan promosi misalnya untuk pembuatan iklan atau untuk pembuatan foto stock dari barang-barang di sekitar kita. Untuk membuat foto produk kita tidal harus memiliki tudio foto mini dengan perlengkapan lighting yang banyak. Kita juga bisa menggunakan table top bikinan sendiri dari kardus dengan background kertas putih.

Lensa yang biasa digunakan untuk foto produk profesional adalah lensa prime dengan panjang focal length tetap. Biasanya pada fokal length 50 mm. Lensa kit yang kita yang kita bisa juga digunakan untuk membuat foto produk. Bahkan dengan focal length diantara 16-50 mm atau 18-55 mm kita mempunyai keleluasaan dalam melakukam pemotretan foto produk.

Di bawah ini contoh hasil foto produk yang diambil menggunakan lensa kit.

Hasil Foto Produk Menggunakan Lensa Kit Sony 16-50 mm
Hasil Foto Produk Menggunakan Lensa Kit Sony 16-50 mm


7. Foto Bulb Lalu-lintas kota

Foto lalu-lintas kota bisa diabadikan dengan indah menggunakan teknik bulb. Sebenarnya teknik ini seperti teknik slow speed. Hanya saja objek yang diambil biasanya berupa benda yang mempunyai sumber cahaya atau lampu seperti lampu kendaraan atau lampu mobil. Dengan teknik ini gerakan lampu mobil di jalan akan terlihat seperti lampu yang bergerak panjang.

Dibawah ini contoh foto bulb yang diambil menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm.

Hasil Foto Lensa Kit Untuk Teknik Foto Bulb
Hasil Foto Lensa Kit Untuk Teknik Foto Bulb


8. Pas Foto

Pas foto bisa dibuat dengan mudah menggunakan kamera DSLR atau mirrorless menggunakan lensa kit. Kita tinggal atur menggunakan focal length 50 mm dan menggunakan background dengan warna yang sama maka kita bisa mendapatkan pas foto yang bagus. Banyak juga studio foto yang menggunakan lensa ini dalam pembuatan pas foto. Yang perlu diperhatika dalam pembuatan pas foto adalah masalah pencahayaan. Muka harus dapat pencahayaan yang merata supaya tidak terlihat ada bayangan pada hasil pas foto.


9. Foto slow speed

Foto slow speed biasanya diambil menggunakan lenaa lebar. Biasanya objek yang diambil merupakan objek pemandangan alam seperti air terjun, permukaan air di danau, pantai atau sungai. Penggunaan lensa lebar memang sangat cocol untuk foto seperti ini. Lensa fix 12 mmm atau lensa wide 10-22 salah dua contoh lensa wide yang sering digunakan. Lensa kit mempunyai focal length terpendek 16 mm. Focal length ini masih terasa cukup lebar untuk digunakan membuat foto slowspeed pemandangan alam. 

Berikut ini contoh foto slowspeed permukaan danau di malam hari yang saya ambil menggunakan lensa kit Sony 16-50 mm.

Foto Slowspeed Danau Matano di malam hari diambil menggunakan lensa kit dan tripod
Foto Slowspeed Danau Matano di malam hari diambil menggunakan lensa kit dan tripod


10. Foto Panning 

Foto dengan teknik panning ini merupakan foto yang cukup sulit untuk dilakukan. Kita harus mnggerakan kamera kita mengikut objek yang kita foto. Sementara itu speed yang dipilih harus sesuai dengan kecepatan gerak objek yang difoto. Memerlukan latihan dan trial error yang cukup banyak untuk bisa membuat foto panning. Dengan menggunakan teknik ini meskipun kita hanya menggunakan lensa kit namun hasil fotonya akan kelihatan keren.

Di bawah ini contoh foto panning yang saya ambil menggunakan kamera Canon EOS 450 D dan lensa kit EF-S 18-55.

Foto Panning Yang Dibuat Menggunakan Lensa Kit Canon EF-S 18-55 mm
Foto Panning Yang Dibuat Menggunakan Lensa Kit Canon EF-S 18-55 mm


Kesimpulan, tips untuk memaksimalkan lensa kit


Lensa kit sebenarnya mempunyai kemampuan yang cukup hebat dan range aplikasi yang cukup lebar. Dari foto makro, portrait, sampai foto landscape. Aplikasinya tergantung dari kreatifitas fotografer masing-masing. Kalau anda ingin mencoba kemampuan lensa kit, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan supaya bisa menggunakan lensa kit dengan maksimal.

....berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan supaya bisa menggunakan lensa kit dengan maksimal

  1. Ekplorasi jarak terdekat lensa dengan objek untuk membuat foto makro dengan lensa kit. Pendekatan lenas dibalik juga bisa dilakukan untuk mendapatkan perbesaran maksimal dengan lensa kit
  2. Eksplorasi Focal length terendah lena kit untuk mendapatkan komposisi landscape yang cukup lebar
  3. Eksplorasi bukaan lensa terbesar (angka f-stop terkecil) untuk mendapatkan background blur dari objek yang difoto
  4. Eksplorasi focal length terbesar untuk membuat foto portrait
  5. Gunakan teknik slowspeed menggunakan tripod untuk mendapatkan foto yang lebih dinamis dari pemandangan atau gerakan lampu-lampu perkotaan
  6. Eksplorasi teknik fotografi dengan menggerakan kamera seperti panning
  7. Eksplorasi teknik fotografi dengan menggerakan zoom lensa seperti teknik zooming.
  8. Gunakan teknik hyperfocal length untuk mendapatkan ketajaman yang merata dan luas


Demikian artikel singkat mengenai tips memaksimalkan penggunaan lensa kit. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda. Jika ada komentar dan saran silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah.

Terima kasih dan salam jepret.

Subscribe untuk mendapatkan update artikel terbaru ke email anda:

0 Response to "Tips Memaksimalkan Lensa Kit"

Post a Comment