Review Pengguna Kamera Mirrorless Fuji X-T10

Review Pengguna Kamera Mirrorless Fuji X-T10

Pada artikel ini saya akan mencoba menambahkan beberapa informasi yang belum banyak dibahas pada artikel review kamera mirrorless Fuji X-T10 yang sudah ada di Indonesia. Salah satunya adalah review dari sisi pengguna kamera mirrorles Fuji X-T10 itu sendiri. Selain itu beberapa tips dan panduan dalam menggunakan kamera mirrorless Fuji X-T10 juga saya selipkan pada artikel ini. Kemudian untuk memberikan perbandingan kemampuan kamera mirrorless Fuji X-T10, pada akhir artikel saya tambahan informasi perbandingan penggunaan kamera mirrorless Fuji X-T10 dengan Sony A6000 untuk memfoto objek yang sama.

Fuji X-T10 banyak mendapatkan perhatian dari calon pembeli kamera mirrorless sejak pertama keluar tahun 2015 sampai sekarang. Wajar saja karena kamera ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan kamera mirrorless lain yang sejenis di kelasnya.

Artikel ini menambahkan informasi review kamera mirrorless Fuji X-T10 dilihat dari perspektif pengalaman pengguna kamera mirrorless Fuji X-T10
Penampakan bagian depan Fujifilm X-T10 Body Only
Penampakan bagian depan Fujifilm X-T10 Body Only

Saya mencoba menggunakan kamera Mirroless Fuji X-T10 ini selama kurang lebih dua minggu. Saya pinjam dari salah seorang teman yang menggunakan kamera tersebut. Saya juga mencoba membandingkan pengalaman menggunakan kamera mirrorless Fuji X-T10 ini dengan pengalaman saya menggunakan kamera mirrorless Sony A6000.


1. Kamera Mirrorless Fuji X-T10, versi murahnya Fuji X-T1

Menyusul kesuksesan kamera mirrorless Fuji X-T1 yang keluar pada bulan April tahun 2014, Fujifilm mengeluarkan versi murahnya dari kamera tersebut. Kamera ini diberi label Fuji X-T10. Kamera ini keluar tepatnya pada bulan Mei 2015.

Sebenarnya nama resmi kamera ini adalah Fujifilm X-T10, tapi entah kenapa kebanyakan orang lebih suka menyebut dengan nama yang lebih singkat yaitu Fuji X-T10. Mungkin karena dirasa lebih singkat dan nama Fujifilm lebih banyak terasosiasi dengan roll-roll negatif film yang zaman dahulu pernah berjaya sebelum era digital.

Dilihat dari kelasnya kamera Fuji X-T10 masuk dalam kategori kamera kelas entry. Sedangkan Fuji X-T1 masuk dalam kategori kelas semi-pro. Seperti perbandingan antara kamera Canon EOS 40D (semi-pro) dan Canon EOS 400D (entry).  Perbedaan yang mencolok pada dua kelas kamera ini adalah fitur weather sealed. Kamera pada kelas semi-pro biasanya sudah dilengkapi dengan weather selaed untuk perlindungan kamera dari cuaca.

Perbandingan Fuji X-T1 dan Fuji X-T10, tampilannya sangat mirip
Perbandingan Fuji X-T1 dan Fuji X-T10, tampilannya sangat mirip


Secara spesifikasi teknis terkait kemampuan mengambil gambar, tidak ada perbedaan yang berarti antara Fuji X-T10 dengan Fuji X-T1. Perbedaan antara Fuji X-T1 dan  X-T10 kebanyakan menyangkut aspek ergonomis penggunaan kamera dan juga fitur perlindungan weather sealed yang hanya terdapat pada Fuji X-T1. Jadi bisa dibilang dengan membeli kamera Fuji X-T10, kita bisa merasakan kemampuan pengolahan gambar kamera semi-pro Fuji X-T1 dengan harga kamera entry level.

Secara spesifikasi teknis terkait kemampuan mengambil gambar, tidak ada perbedaan yang berarti antara Fuji X-T10 dengan Fuji X-T1

Pada saat artikel ini ditulis, harga kamera Mirrorless Fuji X-T10 dan Fuji X-T1 terpaut sebanyak Rp. 2.750.000. Fuji X-T10 body only dijual dengan harga Rp 8.750.000 sedangkan Fuji X-T1 body only dijual dengan harga Rp. 11.500.000 di Toko Camzone.


2. Spesifikasi umum kamera mirrorless Fuji X-T10

Di bawah ini spesifikasi umum kamera Mirrorless Fuji X-T10:
  • Sensor : 16.3 MP (1.5x crop factor), 4.8µ pixel size
  • Ukuran sensor : 23.6 x 15.6mm
  • Resolusi foto : 4896 x 3264
  • Native ISO Sensitivity: 200-6,400
  • Boost Low ISO Sensitivity: 100
  • Boost High ISO Sensitivity: 12,800-25,600
  • Sistem pembersihan sensor : tersedia dan otomatis
  • Mount lensa: FUJIFILM X mount
  • Weather Sealing/Protection : Tidak ada
  • Bodi kamera: Magnesium Alloy
  • Kecepatan rana: sampai 1/4000 dengan shutter mekanis dan sampai dengan 1/32.000 dengan shutter elektronik
  • Viewfinder Type: 2,360,000-dot OLED color viewfinder
  • Continuous Shooting : 8 FPS
  • Exposure Meter: TTL 256-zones metering
  • Built-in Flash : Tersedia
  • LCD Screen : 3.0 inch, 920,000 dots, TFT color LCD monitor
  • Kemampuan merekam video : Full 1080p HD @ up to 60p
  • WiFi: Tersedia
  • Jumlah jepretan satu isi baterai : 350 jepretan
  • Berat : 331g (tidak termasuk baterai dan asesoris)
Spesifikasi kamera mirrorless Fuji X-T10 memang sangat menggiurkan. Lihat saja kemampuan shutter elektroniknya mencapai 1/32.000. Kecepatan pengambilan gambar secara berturut-turut juga cukup besar, mencapai 8 frame per second. Kalaupun ada yang dirasa kurang adalah ukuran mega pixels yang relatif kecil untuk kamera sekarang ini, hanya 16 mega pixels. Bersaing dengan kamera mirrorless Sony A6000 yang menawarkan resolusi hasil foto sampai 24 mega pixes. Secara diatas kertas spesifikasi kamera mirrorless Fujifilm X-T10 sangat memuaskan.

Secara diatas kertas spesifikasi kamera mirrorless Fujifilm X-T10 sangat memuaskan.

3. Desain kamera mirrorless Fuji X-T10

Gambar Kamera Fuji X-T10 diatas tas koper warna kulit, terlihat vintage
Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10 dari website fujifilm.com, Terlihat sangat cocok dengan tas koper kulit vintage yang menjadi alasnya
Dari sisi desain, kamera mirrorless Fuji X-T10 mempunyai desain retro seperti kamera rangefinder. Pada bagian atas kamera terdapat beberapa tombol dial yang terbuat dari metal. Berbeda dengan kebanyakan kamera DSLR dan mirrorless lain, tombol-tombol dial putar pada kamera mirrorless Fuji X-T10 ini tidak diisi dengan mode-mode pemotretan seperti Auto, A, M, P dan mode lain yang lazim ditemui pada kamera. Bagi yang belum terbiasa akan sedikit membutuhkan penyesuaian.

Bagi yang menyukai desain retro tentu saja kamera Fuji X-T10 ini akan menjadi pilihan utama.

Kamera rangefinder sendiri merupakan satu jenis kamera yang lain dari kamera DSLR maupun kamera mirrorless. Perbedaanya terletak pada mekanisme view finder dan cara memfokuskan objek. Kamera jenis ini tidak mempunyai mirror seperti layaknya kamera DSLR. Untuk membidik objek foto kamera ini mempunyai kotak rangefinder. Kotak rangefinder ini juga digunakan untuk memfokuskan gambar. Kamera jenis ini mempunyai lensa pada kotak rangefinder untuk membidik objek yang akan difoto. Jika gambar dari kotak rangfinder sudah menumpuk dengan gambar yang dihasilkan oleh lensa utama maka gambar yang diambiil sudah fokus. Di bawah ini contoh kamera rangefinder.

Contoh Kamera Rangefinder, Leica M8

Bagi yang menyukai desain retro tentu saja kamera Fuji X-T10 ini akan menjadi pilihan utama. Terlihat unik dan vintage. Tersedia dua pilihan warna yaitu warna silver dan warna hitam.


4. Kontrol kamera mirrorless Fuji X-T10

Jika kita amati kamera Fuji X-T10 ini maka kita lihat banyak sekali tombol-tombol dial di atas kamera, bagian belakang kamera dan juga bagian depan kamera. Tombol-tombol dial ini tentunya dibuat untuk memudahkan kontrol kamera mirrorless Fuji X-T10 ini.
Tampilan bagian depan dan bagian belakang Fujifilm X-T10
Tampilan bagian depan dan bagian belakang Fujifilm X-T10

Tombol kontrol bagian depan

Pada bagian depan, kamera mirrorless Fuji X-T10 mempunyai dua buah tombol. Satu tombol berupa lever atau tuas untuk mengganti mode fokus dan satu tombol berupa roda dial yang berguna untuk merubah setting shutter speed pada mode shooting dan dapat digunakan untuk menggeser foto yang ditampikan LCD pada mode playback. 
Kontrol Bagian Depan Kamera Fuji X-T10
Kontrol Bagian Depan Kamera Fuji X-T10

Yang perlu diingat kamera Fuji X-T10 mempunyai tombol khusus untuk pengaturan shutter speed pada bagian atas kamera. Tombol dial yang terletak di depan hanya berfungsi untuk menggeser shutter speed pada interval antara yang terdapat pada tombol dial pengubah shutter speed yang terdapat pada bagian atas kamera.

Tombol kontrol bagian atas

Pada bagian atas terdapat beberapa tombol
  1. Tuas power swith On/Of
  2. Tombol shutter release
  3. Tombol video recording berwarna merah
  4. Tombol putar kompensasi eksposur
  5. Tombol putar pengatur kecepatan rana atau shutter speed
  6. Tombol pengatur mode pemotretan single shot, continous shot, panorama, multiple exposure, bracketing dan mode advance
  7. Tuas untuk menaikkan internal flash
  8. Tuas untuk menggeser ke mode auto
Bagian atas kamera mirrorless Fuji X-T10

Penyajian tombol-tombol ini berbeda dengan kebanyakan kamera mirrorless lain atau kamera DSLR lain. Bagi yang belum pernah menggunakan kamera ini pasti akan kebingungan untuk mengatur kamera pada mode Apperture priority. Ternyata untuk memilih mode apperture priority pada kamera mirrorless Fuji X-10, kita perlu menggeser tombol putar pengatur kecepatan ke posisi huruf A.

Jadi tombol putar pengatur kecepatan atau shutter speed yang ada pada bagian atas kamera tidak hanya digunakan untuk mengatur kecepatan rana saja tapi juga dipakai untuk memilih mode pemotretan apperture priority dan juga mode pemotretan manual.

Tombol kontrol bagian belakang

Pada bagian belakang kamera mirrorless Fuji X-T10 kita bisa menemukan banyak tombol pengaturan dari bagian atas dan bagian kanan kamera. Total ada 11 tombol. Saya anggak tombol Directional Pad dan menu sebagai satu tombol.

Tombol-tombol operasional kamera yang sering digunakan dalam pemotretan diletakkan pada bagian kanan, Hal ini memudahkan pengoperasian kamera dengan satu tangan.

Saya sengaja menampilkan foto ini lengkap dengan debu-debu kecil yang menempel pada body kamera. Jika kita tidak hati-hati dalam mengganti lensa maka debu ini bisa pindah ke sensor.

Bagian Belakang kamera Fuji X-T10
Bagian Belakang kamera Fuji X-T10

  1. Tombol delete untuk menghapus foto
  2. Tombol playback untuk masuk mode playback (melihat hasil foto)
  3. Tombol dial untuk menyesuaikan dioptri mata bagi yang matanya minus
  4. Tombol view mode untuk mengubah pilihan view antara LCD dan electronic view finder
  5. Tombol AE-L
  6. Tombol dial pengatur apperture pada mode pemotretan dan pengatur zoom foto pada mode playback
  7. Tombo AF-L
  8. Tombol Q
  9. Tombol DISP BACK
  10. Tombol Fn
  11. Tombol directional pad dengan titik tengah berupa tombol MENU OK


5. Kelebihan kamera Mirrorless Fuji X-T10


Berikut ini Kelebihan kamera Mirrorless Fuji X-T10 berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya dalam menggunakan kamera ini.

i. Fitur cleaning sensor yang bisa di setting otomatis

Hal pertama yang langsung menjadi perhatian saya adalah fitur automatic cleaning sensor. Saya kehilangan fitur ini pada kamera Sony A6000. Fitur ini saya anggap wajib ada pada kamera mirrorless.

Pada kamera Sony A6000 fitur pembersihan sensor kamera juga tersedia akan tetapi tidak bisa berjalan secara otomatis. Fitur ini sangat penting mengingat sensor kamera mirrorless akan lebih rawan untuk terkena debu karena sensor kamera langsung terekspose.

Saya menggunakan kamera Sony A6000 selama kurang lebih satu tahun dengan beberapa lensa. Karena bagian sensor kamera mirrorless langsung terekspose maka lebih rawan untuk terkena debu daripada kamera DSLR. Saya meggunakan DSLR lebih dari 8 tahun tanpa ada masalah debu, sementara kamera mirrorless baru kurang dari satu tahun sudah muncul debu di sensor kamera.

ii. Fuji X-T10 mempunyai Electronic Level pada LCD dan view finder elekroniknya

Fitur kedua yang saya amati dan cukup berguna bagi saya yang suka foto landscape adalah adanya electronic level untuk membantu kita mengambil foto horizon yang lurus. Fitur ini memudahkan kita dalam menghindari horizon yang miring. Meskipun kesalahan ini bisa dikoreksi menggunakan software pengolah foto namun menghindari di awal akan jauh lebih baik.

iii. Shutter Speed bisa mencapati 1/32.000 detik

Fitur ketiga yang saya sukai dari kamera ini adalah dukungan kecepatan shutter speed sampai 1/32.000 detik dengan menggunakan electronic shutter. Shutter speed setinggi ini sebenarnya praktis tidak akan terpakai untuk kebutuhan fotografi standar. Bahkan fotografi sport pun tidak membutuhkan shutter speed sampai setinggi ini. Untuk bisa menggunakan shutter speed secepat ini kita juga harus menggunakan sumber cahaya yang sangat kuat. 

Kalau saya hitung-hitung kecepatan ini bisa digunakan untuk menghentikan kecepatan peluru. Kecepatan peluru berkisar pada angka 120-370 m/s. Artinya pada kecepatan 1/32.000 detik peluru tersebut hanya bergerak kurang lebih 1 cm saja. Tapi siapa yang butuh memotret peluru? :)

iv. Electronic shutter bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan suara shutter yang lebih pelan mendekati mode quite

Seperti dijelaskan diatas penggunaan electronic shutter bisa mendukung shutter speed sampai 1/32.000. Selain itu penggunaan electronic shutter juga bisa mengurangi suara klik saat kita menjepret foto menggunakan kamera mirrorless Fuji X-T10. Meskipun tidak sesunyi quite mode, tapi paling tidak suaranya tidak terlalu keras.

v. Noise yang relatif sedikit pada ISO tinggi

Hal lain yang saya amati cukup bagus pada kamera Fuji X-T10 adalah kemampuannya pada ISO rendah. Saya membandingkan hasil foto kamera Sony A6000 saya dengan Fuji X-T10 untuk mengambil gambar pada malam hari dengan settingan yang sama. Dari hasil foto terlihat Fuji X-T10 mempunyai performance lebih bagus pada kondisi low light dibandingkan dengan kamera Sony A6000.


6. Kekurangan kamera Mirrorless Fuji X-T10


Bagaimana dengan kekurangan kamera Fuji X-T10 ini? Apa saja yang kurang. Tentu saja hal ini adalah relatif. Dibandingkan dengan kamera apa dulu. Jika dibandingkan kamera Fuji X-T1 seperti dijelaskan di bagian atas bahwa kamera Fuji X-T10 merupakan versi murah dari kamera Fuji X-T1. Fitur weather sealed dan berbagai aspek kemudahan pengoperasian kamera seperti tombol khusus untuk ISO dan beberapa fitur lain dihilangkan pada kamera Fuji X-T10. 

Rasanya cukup sulit untuk menemukan kekurangan-kekurangan kamera mirrorless Fuji X-T10. Selama menggunakan kamera ini, saya hanya menemui sedikit kendala sebagai berikut:

i. Desain tombol yang relatif beda dengan kebanyakan kamera lain

Waktu pertama pakai rasanya agak kagok karena tidak terbiasa dengan konfigurasi tombol Fuji X-T10. Saya sampai memilih menggunakan tombol auto switch pada saat memotret terburu-buru karena belum familiar dengan konfigurasi tombolnya. Setelah beberapa hari menggunakan akhirnya konfigurasi tombol yang diberikan Fuji X-T10 cukup mudah. Semua kontrol tersedia dan bisa dijangkau dengan cepat.

ii. Ada jeda waktu sekitar hampir 1 detik pada saat mau memotret dari mode standby

Hal lain yang saya rasakan saat memotret menggunakan kamera Fuji X-T10 ini adalah adanya jeda waktu pada saat kamera mau digunakan dari kondisi stand by. Hal ini cukup menggangu  karena kita bisa saja kehilangan momen saat kita harus menunggu kamera siap untuk menjepret.

iii. Tombol dial pengatur apperture sangan mudah bergeser

Salah satu kendala yang saya alami pada saat menggunakan kamera ini adalah mudahnya settingan apperture bergeser karena tombol roda pengatur apperture sangat mudah terputar secara tidak sengaja oleh gerakan ibu jari yang sedang mengatur settingan kamera yang lain. Beberapa kali apperture yang saya setting bergeser ke f/9 dari setting yang saya mau di f/8.

Mungkin hal ini disebabkan karena saya belum terlalu lama menggunakan kamera ini.

iv. Kapasitas baterai yang kecil

Kapasitas baterai menjadi permasalahan semua kamera mirrorless. Kamera mirrorless membutuhkan energi yang lebih besar karena tidak adanya view finder optik. Sebelum memotretpun kamera ini sudah memakan energi dari baterai. Kelemahan ini bisa diatasi dengan membeli baterai tambahan.

Namun demikian baterai tambahan tidak selalu bisa jadi solusi. Misalnya pada mode pemotretan timelapse biasanya butuh waktu yang lama bisa beberapa jam sampai beberapa hari. Baterai kamera mirrorless ini akan habis sebelum pemotretan untuk pembuatan video timelapse selesai. Akhirnya mode timelapse yang tersedia menjadi kurang berguna karena tidak bisa digunakan untuk membuat video timelapse pada jangka waktu yang lama. Jangankan beberapa hari, mungkin motret beberapa jam kemungkinan besar baterainya akan habis.

Masalah ini sebenarnya bisa diatasi kalau vendor kamera mau menyediakan fitur pengisian baterai melalui USB bersamaan dengan pemakaian kamera. Seperti layaknya sebuah smartphone.

Sepertinya sebelum fitur itu ada, untuk membuat video timelapse dengan durasi lama kita akan kembali menggunakan cara manual. Menggunakan intervalometer dan menggabungkan foto-foto hasil jepretan secara manual di software pengolah foto dan video.


7. Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10

Di bawah ini hasil foto-foto menggunakan kamera Mirrorless Fuji X-T10.
Hasil foto kamera mirrorless Fuji X-T10 untuk foto bunga
Hasil Foto Fuji X-T10 dengan lensa Fuji XC16-50 mm @ 50 mm, f/5.6, 1/170, ISO 400, +0.3 EV

Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10
Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10 (F3/5, ISO 400, 1/150 )

Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10 (F/5.6, ISO 400, 1/340)

Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10 untuk foto makanan
Hasil Foto Kamera Mirrorless Fuji X-T10 (F/4.2, ISO 800, 1/10)

Hasil Foto Fuji X-T10 untuk foto mobil
Hasil Foto Fuji X-T10 (F/5, ISO 400, 1/125)
Hasil Foto Fuji X-T10 untuk foto interior
Hasil Foto Fuji X-T10 untuk foto interior (F/3.5, ISO 800, 1/10)
Hasil Foto Fuji X-T10 untuk foto hewan
Hasil Foto Fuji X-T10 untuk foto hewan


8. Mencoba fitur film simulation Fuji X-T10

Salah satu fitur yang unik pada kamera mirrorless Fuji X-T10 adalah adalam fitur film simulation. Sebenarnya apakah film simulation ini? Waktu saya mendengar fitur ini pertama kali bayangan saya ini semacam picture style pada kamera Canon. Isinya hanya kombinasi sharpness, kontras, hue dan saturasi dari file foto yang akan dihasilkan kamera. 

Ternyata film simulation ini sesuai namanya memberikan pilihan simulasi dari film yang dipakai pada zaman kamera dengan film negatif. Di bawah ini negative film dari Fujifilm yang sampai sekarang masih dijual.

Contoh Negatif Film Yang Dijadikan Film Simulation pada Fuji X-T10
Contoh Negatif Film Yang Dijadikan Film Simulation pada Fuji X-T10

Saya mencoba untuk memotret lanscape menggunakan semua fitur film simulation yang ada pada kamera Fuji X-T10 dan membandingkan hasilnya. Berikut ini hasilnya.

Hasil Simulasi Foto Landscape menggunakan beberapa mode film simulation pada kamera Fuji X-T10
Hasil Simulasi Foto Landscape menggunakan beberapa mode film simulation pada kamera Fuji X-T10

Dari percobaan diatas, mode film simulation yang tepat untuk fotografi landscape adalah velvia. Hal ini juga dijelaskan dalam manual kamera Fuji X-T10.

Berikut ini kegunaan masing-masing film simulation berdasarkan manual kamera Fujifilm X-T10

  1. Provia : untuk kebutuhan standard dengan range lebar dari landscape sampai portrait
  2. Velvia : untuk foto landscape 
  3. Astia : untuk foto portrait pada outdoor
  4. Classic Chrome 
  5. Pro Neg. Hi : cocok unuk foto studio dengan contrast yang lebih besar dari Pro Neg. Std
  6. Pro Neg. Std : cocok untuk studio portrait fotografi
  7. Monochrome : foto standard hitam putih 
  8. Monochrome +Ye Filter : foto hitam putih dengan contrast sedikit naik
  9. Monochrome + R Filter : foto hitam putih dengan contrast sedikit naik
  10. Monocrohome + G Filter foto hitam putih dengan skin tone yang lebih halus
  11. Sephia 


Saya dengar salah satu keunggulan kamera Fujifilm adalah kemampuan mereproduksi skin tone yang terlihat sangat natural. Kalau kita amati peruntukan film masing-masing film simulation diatas kita bisa lihat kalau Astia, Pro Neg. Hi, Pro Neg. Std dan Monochrome + G Filter merupakan film simulation untuk memeberikan enhancement kepada warna skin tone.


9. Perbandingan hasil foto kamera Mirrorless Fuji X-T10 dengan Sony A6000

Pada kesempatan yang sama saya membawa kamera mirrorless Fuji X-T10 dan juga kamera mirrorless Sony A6000. Saya mencoba membuat perbandingan hasil foto antara kamera Fuji X-T10 dengan Sony A6000.

Perbandingan foto dengan cahaya terbatas pada Fuji X-T10 dan Sony A6000

Foto sebelah kiri diambil menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa kit 16-50 mm bawaanya. Foto sebelah kanan diambil menggunakan kamera Fuji X-T10 dengan lensa kit 16-50 mm bawaanya. Kamera diset pada mode apparture priority. ISO dan apparture diset pada angka yang sama yaitu ISO 6400 dan f/8. Shutter speed akan mengikuti settingan masing-masing. Pada kamera Fuji X-T10 akan memperoleh shutter speed 1/2 detik sedangkan pada kamera Sony A6000 diperoleh kecepatan rana sebesar 1/1.6 detik.

Terlihat memang foto hasil dari kamera Sony A6000 lebih terang dari hasil kamera Fuji X-T10. Namun demikian hasil foto menunjukkan tingkat noise kamera Fuji X-T10 masing lebih bagus dibandingkan hasil foto kamera Sony A6000.

Perbandingan hasil foto Fuji X-T10 dan Sony A6000 untuk dengan ISO tinggi
Perbandingan hasil foto Fuji X-T10 dan Sony A6000 untuk dengan ISO tinggi

Jka kita zoom pada bagian tengah kita bisa lihat bahwa noise sudah mulai terlihat jelas pada hasil jepretan kamera Sony A6000.

Zoom pada bagian tengah foto memperlihatkan noise yang lebih tinggi pada hasil kamera Sony A6000
Zoom pada bagian tengah foto memperlihatkan noise yang lebih tinggi pada hasil kamera Sony A6000

Perbandingan Foto landscape Fuji X-T10 dan Sony A6000


Untuk melihat perbandingan foto landscape saya mencoba mengatur masing-masing kamera pada mode aperture priority dengan bukaan diafragma f/8, ISO 200. Untuk kecepatan rana saya serahkan ke kamera masing-masing.

Terlihat pada perbandingan di bawah ini kamera Sony A6000 (sebelah kiri) mengatur kecepatan rana pada 1/250 detik. Sedangkan kamera mirrorless Fuji X-T10 mengatur kecepatan rana pada 1/160 detik. Meskipun Fuji X-T10 memberikan settingan kecpatan rana yang lebih lama akan tetapi hasil fotonya terlihat lebih gelap dibandingkan hasil foto Sony A6000. Hal ini sejalan dengan hasil foto pada kondisi cahaya terbatas sebelumnya.

Sepertinya sensor kamera Fuji X-T10 membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan exposure yang sama dibandingkan sensor kamera Sony A6000

Perbandingan hasil foto kamera Sony A6000 dan kamera Fuji X-T10 untuk foto landscape
Perbandingan hasil foto kamera Sony A6000 dan kamera Fuji X-T10 untuk foto landscape

Di bawah ini hasil foto Sony A6000 untuk foto landscape dengan settingan seperti terlihat di atas.

Hasil Foto Landscape Sony A6000
Hasil Foto Landscape Sony A6000

Hasil foto landscape dari kamera Fuji X-T10

Hasil Foto Landscape Fuji X-T10
Hasil Foto Landscape Fuji X-T10


10. Panduan setting kamera Fuji X-T10

Sebagai tambahan informasi pada review kamera Fuji X-T10 ini saya mencoba menambahkan beberapa tips panduan settiing kamera Fuji X-T10. Sebenarnya semuanya bisa dibaca pada manual kamera, tapi biasanya orang jarang membaca manual kamera. Tentunya tidak semua settingan saya tulis disini. Saya hanya memberikan beberapa panduan settingan kamera Fuji X-T10 yang akan sering dipakai dalam aktivitas fotografi dan jarang diulas secara online

Beberapa cara di bawah sebenarnya sudah dibahas dibagian atas seperti bagaimana cara memilih memotret menggunakan mode aperture priority atau manual.

i. Cara memunculkan electronic level
ii. Cara memilih view mode, mana yang lebih cocok?
iii. Cara memilih electronic shutter
iv. Cara memotret mode aperture priority
v. Cara memotret mode manual
vi. Cara memotret dengan interval
vii. Cara zoom foto pada mode playback
viii. Cara menggeser foto pada menu playback
ix. Cara menambahkan informasi pada view finder atau LCD
x. Cara memilih film simulation


11. Kesimpulan 

Kita telah membahas berbagai macam hal terkait dengan kamera mirorless Fuji X-T10 dari sisi penggunaan kamera, kontrol kamera, spesifikasi kamera, kelebihan-kekurangan kamera, contoh hasil foto kamera Fuji X-T10 dan juga perbandingan hasil foto dengan kamera Sony A6000.

Semoga tambahan informasi ini bisa membantu anda dalam menentukan pilihan kamera mirrorless apa yang akan anda beli.

Demikian artikel singkat ini. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan share dengan rekan atau teman lain yang membutuhkan.

Subscribe untuk mendapatkan update artikel terbaru ke email anda:

0 Response to "Review Pengguna Kamera Mirrorless Fuji X-T10"

Post a Comment