Panduan Praktis Memotret dengan DSLR dan Mirrorless

Panduan Praktis Memotret dengan kamera DSLR dan mirrorles - 10 menit langsung bisa motret


Apakah anda baru saja membeli kamera DSLR atau kamera mirrorless? Apakah anda baru pertama kali mengenal kamera DSLR? Apakah anda ingin segera motret tanpa harus baca manual kamera yang panjang atau buku-buku teori fotografi lainnya? Kalau jawaban semua pertanyaan di atas adalah "Iya" maka artikel ini cocok untuk anda.
Panduan Praktis Menggunakan Kamera DSLR dan Mirrorless
Panduan Praktis Menggunakan Kamera DSLR dan Mirrorless

Saya mencoba meringkas cara menggunakan kamera DSLR pada artikel yang bisa dibaca dalam waktu kurang dari 10 menit ini. Harapan saya, panduan praktis ini bisa dijadikan panduan dalam menghasilkan foto yang bagus dengan kamera DSLR atau mirrorless dengan cepat. Dengan begitu anda akan termotivasi untuk menghasilkan foto-foto lainnya.

Untuk awal belajar fotografi, metode ini ini cukup penting. Kita butuh kemenangan-kemenangan kecil yang mudah sebagai amunisi untuk mendapatkan kemenangan-kemenenangan besar lainnya. Cara ini merupakan cara mudah mendapatkan exposure yang benar dalam fotografi menggunakan kamera DSLR dan kamera mirrorless. Kita hanya butuh fokus untuk mengkomposisi objek yang akan difoto.

1. Panduan praktis Memotret dengan kamera DSLR dan mirrorless


Berdasarkan pengalaman saya dalam belajar fotografi, ada 3 hal yang perlu dipahami dalam memotret menggunakan kamera DSLR atau kamera mirrorless.

1. Memahami spesifikasi, kemampuan dan setting kamera/lensa yang dimiliki
2. Memahami teknik komposisi
3. Memahami teknik pengontrolan eksposure

Baca juga:

Baik fotografer pemula maupun advance akan berkutat pada ketiga hal utama tersebut. Hanya saja level detail pendalaman materinya akan berbeda-beda. Materi-materi lain biasanya merupakan penjabaran dari 3 materi utama tersebut.

Bagi pemula dalam fotografi, hal yang perlu segera dilakukan adalah memotret sebanyak-banyaknya. Henrie Cartier Bresson bilang 10,000 foto pertama seorang fotografer adalah foto terburuk mereka. Secara umum hal ini menggambarkan bahwa fotografi membutuhkan jam terbang. Namun demikian kita perlu pemahaman dasar terkait komposisi dan teknik pengendalian eksposure untuk menghasilkan foto yang lebih terarah.

2. Cara cepat memilih setting kamera DSLR atau Mirrorless

Dibandingkan dengan kamera point to shoot, kamera DSLR mempunyai jauh lebih banyak tombol untuk mengatur berbagai settingan fotografi. Untuk pemula, secara praktis sebetulnya anda hanya butuh tiga buah tombol untuk memulai membuat foto.

1. Power On Switch Dial
2. Tombol Dial Mode
3. Tombol shutter release

Setelah menyalakan kamera, pilih salah satu mode pemotretan. Untuk pertama kali saya menyarankan untuk memilih mode pemotretan auto. Kebanyakan orang yang belajar fotografi tidak mau menggunakan setting auto. Rasanya seperti ada yang kurang menggunakan mode setting auto saat motret dengan kamera DSLR. Tapi sebenarnya mode auto bisa digunakan sebagai tools untuk belajar fotografi.
Mode Auto Pada Kamera DSLR Canon EOS 450D
Mode Auto Pada Kamera DSLR Canon EOS 450D

Setting auto merupakan setting yang penting untuk dicoba buat pemula dalam fotografi. Dengan setting auto, semua teknis pengontrolan eksposure akan dilakukan oleh kamera. Fotografer tinggal fokus pada teknik komposisi dan mencoba menghasilkan foto yang bagus.

Bagaimana dengan mode yang lain? Semua mode pemotretan yang ada pada kamera DSLR atau mirrorless secara singkat digunakan untuk mengontrol eksposure pada berbagai kondisi yang berbeda-beda. Pada bagian ketiga nanti akan kita bahas filosofi pengendalian eksposure.
Mode Auto Pada Kamera Mirrorless Sony A6000
Mode Auto Pada Kamera Mirrorless Sony A6000

Penggunaan mode auto ini sendiri, sebenarnya merupakan bagian dari belajar mengenai teknik pengendalian eksposure. Kita bisa mempelajari logic yang digunakan oleh kamera dalam mengontrol eksposure dan mempelajari kelemahan logic yang dipakai oleh kamera ini. Dengan memahami dua hal tersebut maka kita akan lebih cepat paham kenapa harus menggunakan mode-mode pemotretan tertentu untuk situasi yang berbeda.

3. Memahami teknik komposisi dalam fotografi

Bagian kedua yang perlu dipahami dalam panduan praktis memotret dengan kamera DSLR adalah teknik komposisi. Berdasarkan pengalaman saya, bagian ini adalah bagian art terbesar dalam fotografi. Sebagian seni fotografi terletak pada teknik komposisi.

Saya sering hunting bareng bersama para senior saya di klub fotografi SPS (Sorowako Photographers Society). Meskipun kita hunting di tempat yang sama, setiap fotografer akan menghasilkan karya yang berbeda. Masing-masing mempunyai cara melihat objek foto yang berbeda sehingga menghasilkan foto yang berbeda. Ada salah satu fotografer senior yang selalu menghasilkan foto yang membuat kagum. Dia bisa melihat keindahan tersebut disaat yang lain mengabaikan objek tersebut.

Seorang fotografer senior dari Bali, Deniek G. Sukarya mengatakan :"Belajar fotografi adalah belajar melihat". Rasanya cocok untuk menggambarkan hal diatas. Kita perlu belajar untuk bisa melihat keindahan-keindahan tersembunyi dari objek yang ada di depan mata kita. Kita butuh mengasah kemampuan kita dalam melihat keindahan sebuah objek, membayangkan komposisi yang tepat dan mengambil foto dengan tepat. Hal ini butuh jam terbang dan konsistensi.

Belajar Fotografi adalah belajar melihat [Deniek G. Sukarya]

Saya tidak akan membahas terlalu detail mengenai komposisi pada bagian ini. Saya mencoba untuk mencarikan penjelasan paling singkat yang bisa segera diaplikasikan. Ada banyak buku fotografi yang secara khusus membahas mengenai teknik komposisi. Salah satu buku yang bisa digunakan untuk referensi adalah sebuah buku terjemahan dari luar negeri berjudul "Komposisi , Dari foto biasa menjadi luar biasa" . Silahkan baca review bukunya pada artikel lain dalam blog ini.

Baca Juga:

Terkait penjelasan ringkas mengenai bagaimana teknik komposisi, saya tertarik dengan definisi dari Ken Rockwell. Simple dan mudah di ingat. Dalam blog fotografinya, Ken Rockwell menyebutkan definisi komposisi sebagai berikut :

Composition is all about SEx, then balancing what you've got [Ken Rockwell]

Jangan ngeres dulu. SEx ini merupakan singkatan dari Simplification and Exclusion. Kalau diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia

Komposisi adalah segala hal tentang penyederhanaan dan pengecualian serta diikuti dengan penyeimbangan elemen fotografi yang kita punya.

Dibawah ini langkah-langkah membuat komposisi yang bagus untuk mulai belajar fotografi. Lakukan 3 langkah singkat di bawah ini sebelum memencet tombol shutter release kamera.
  • Buat komposisi yang sederhana atau simple (Simplification)
  • Keluarkan objek-objek yang tidak mendukung objek utama dari frame foto (Exclusion)
  • Seimbangakan elemen-elemen dalam foto baik bentuk, warna dan cahaya
Saya harap acuan ini tidak terlalu 'njlimet' karena seharusnya panduan ini adalah panduan praktis. Sebelum menekan tombol shutter release silahkan ingat-ingat pengertian SEx and Balance dari Ken Rockwell di atas.

Sebagai pelengkap tips untuk komposisi, saya nukilkan perkataan seorang fotografer senior Indonesia yang terkenal yaitu Don Hasman. Pada satu kesempatan beliau mengatakan bahwa foto yang bagus adalah foto yang bercerita.

Foto Yang Bagus Adalah Foto Yang Bercerita [Don Hasman]

Jadi pastikan ada cerita yang ingin anda sampaiakan saat mengkomposisi sebuah foto dan memencet tombol shutter release kamera. Kalau anda tertarik dengan apa definisi foto bagus menurut beberapa fotografer senior kita, silahkan baca artikel di bawah ini.

Baca Juga:

4. Memahami Teknik Pengendalian Exposure

Bagian ketiga yang terpenting adalah teknik pengendalian eksposure. Eksposure adalah ukuran pencahayaan. Bagian ketiga ini sebenarnya tidak diperlukan untuk panduan praktis memotret dengan DSLR dan mirrorless karena kita menggunakan settingan auto pada bagian pertama di atas. Semua teknik pengendalian eksposure dilakukan oleh kamera.

Namun demikian, teknik pengendalian eksposure merupakan inti dari teknik fotografi. Hal ini perlu dipahami secara mendasar. Dengan pemahaman teknik pegendalian eksposure nanti kita bisa mengevaluasi logic kamera dalam pengontrolan eksposure dalam sebuah pemotretan.

Saya ingin menganalogikan eksposure dengan api. Supaya bisa terbentuk api maka harus ada bahan-bahan yang kita kenal dengan istilah segitiga api. Segitiga api ini terdiri dari bahan bakar, percikan dan oksigen.

Layaknya segitiga api, dalam fotografi kita juga mengenal segitiga eksposure. Eksposure dikendalikan dengan apperture (diagrafma), shutter speed (kecepatan rana) dan ISO (Sensitivitas sensor).

Baca juga:

Dalam prinsip kerja kamera, kita mengenal bahwa gambar itu terbentuk akibat pantulan cahaya dari sebuah benda yang mengenai permukaan peka cahaya. Dalam kamera digital, permukan peka cahaya ini adalah sensor kamera. Kemudian jumlah cahaya yang masuk mengenai sensor kamera akan diatur oleh seberapa besar bukaan lubang cahaya (diafragma) dan berapa lama bukaan tersebut berlangsung (kecepatan rana). Sensor kamera sendiri mempunyai ukuran tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya.

Meskipun dalam panduan praktis ini kita tidak mengatur besaran ISO, diafragma dan kecepatan rana namun kita perlu mengerti pengertian ini. Hal ini akan berguna saat kita mengevaluasi hasil jepretan kita menggunakan setting auto. Settingan seperti apa yang diberikan oleh program kamera.

Untuk bacaan lebih lanjut mengenai Eksposure, saya mempunyai sebuah buku terjemahan "Understanding Exposure" karya Brian Peterson yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul "Pintar Eksposur, Panduan Lengkap Membuat Foto Hebat dengan Kamera Apa Aja". Pada kesempatan lain saya akan ulas lebih detail mengenai buku tersebut dalam label Review Buku.


5. Kesimpulan : Panduan Praktis Memotret dengan kamera DSLR dan Mirrorless

Sebagai kesimpulan, untuk memotret menggunakan kamera DSLR dan kamera Mirrorless kita perlu memahami 3 hal : spesifikasi kamera, teknik komposisi dan teknik pengendalian eksposure. Pemahaman terhadap 3 hal ini akan meningkat sejalan dengan jam terbang menggunakan kamera DSLR. Untuk pemula kita perlu fokus pada teknik komposisi dan belajar konsep dasar teknik pengendalian ekposure.

Secara praktis nyalakan kamera anda, gunakan mode auto dan  evaluasi data foto dari hasil foto anda. Lama-kelamaan anda akan menyadari kelemahan-kelemahan mode auto dalam pemotretan menggunakan kamera DSLR ini. Mode auto tidak bisa digunakan pada semua kondisi pemotretan.

Jika anda sudah bisa menemukan kekurangan-kekurangan mode auto dalam menghasilkan foto sesuai keinginan anda maka anda sudah memahami sebagian besar dari teknik pengendalian eksposure.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat untuk membantu anda dalam membuat foto menggunakan kamera DSLR dan mirrorless. Silahkan share jika anda merasa artikel ini bermanfaat.

Subscribe untuk mendapatkan update artikel terbaru ke email anda:

0 Response to "Panduan Praktis Memotret dengan DSLR dan Mirrorless"

Post a Comment